Langsung ke konten

Dijkstra dan Jalan Kembali ke Kekuasaan

Harta Sigismund Dijkstra dicuri dari tempat penyimpanannya di bawah pemandian Novigrad. Mantan kepala intelijen Redania itu meminta Geralt menyelidiki pembobolan, sementara sang witcher sedang mencari Dandelion, penyair yang terlibat dalam pencurian tersebut. Dijkstra memiliki anak buah, uang, dan reputasi yang membuat orang berhati-hati saat berbicara dengannya. Namun orang yang ia mintai bantuan justru berkepentingan menyembunyikan keterlibatan sahabatnya.

Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, Dijkstra dikenal pula sebagai Sigi Reuven, salah satu dari empat bos kriminal yang disebut Big Four. Dari pemandian, mantan pejabat yang kehilangan kedudukan di kerajaan itu masih sanggup memengaruhi urusan kota dan perang. Kasus pencurian hartanya memperlihatkan bagaimana pengaruh tersebut harus dijalankan: mencari informasi, mendapatkan bantuan orang yang tepat, lalu mengubah pengetahuan menjadi tindakan.

Potret dekat Sigismund Dijkstra dengan rak buku di belakangnya.
Dijkstra menelaah petunjuk pembobolan hartanya dalam Count Reuven's Treasure.

Keterampilan kepala intelijen masih dipakai Dijkstra sebagai bos kriminal. Ia mengubah informasi menjadi daya tawar melalui uang, perantara, dan kerja sama. Novigrad memberinya sarana untuk membangun kembali pengaruh, hingga merencanakan pergantian penguasa Redania. Namun hubungan yang membantunya memperoleh kekuasaan belum tentu bertahan ketika ia mulai menentukan masa depan para mitranya.

Apa yang Bertahan setelah Pengasingan

Dijkstra berasal dari kalangan rakyat biasa. Dalam novel Time of Contempt, ia menjelaskan bahwa sebutan count dipakainya atas perintah Vizimir agar asal-usulnya tidak mengusik para bangsawan dan mage di istana. Kedudukannya lebih bertumpu pada kemampuan intelijen dan kepercayaan raja daripada legitimasi dari garis keturunan bangsawan.

Sebagai kepala intelijen Raja Vizimir, Dijkstra bekerja dengan agen, menerima laporan, dan memiliki akses ke pusat pengambilan keputusan kerajaan. Dalam novel Blood of Elves, urusannya dengan Dandelion di Oxenfurt menunjukkan perhatian dinas Redania terhadap Geralt dan Ciri. Philippa Eilhart, sorceress penasihat raja, serta sekretaris Ori Reuven berada dalam lingkungan kerjanya.

Lingkungan istana juga penuh persaingan. Dijkstra dan Philippa bekerja sama dalam kudeta Thanedd di Time of Contempt, tetapi pihak-pihak yang terlibat tidak semuanya mengikuti rencana mereka. Geralt mematahkan kaki Dijkstra ketika sang kepala intelijen berusaha menahan Geralt agar Redania dapat memperoleh Ciri. Dalam The Witcher 3, jabatan Dijkstra sudah berganti, tetapi cedera dan ingatan tentang pertemuan itu masih mewarnai hubungannya dengan Geralt.

Pengalamannya pun mencakup pemerintahan negara. Dalam Baptism of Fire, Dijkstra digambarkan menjalankan pemerintahan Redania setelah Vizimir dibunuh, ketika Radovid masih di bawah umur. Pengasingan kemudian memutus kedudukan seseorang yang sudah berpengalaman mengurus negara serta rahasia-rahasianya.

Ancaman dari lingkungan istana muncul dalam The Lady of the Lake. Dijkstra menyinggung penyelidikan pembunuhan Vizimir kepada Philippa, lalu berpamitan kepada Ori setelah menyadari bahwa ucapannya telah membahayakan dirinya. Para pembunuh datang, tetapi Dijkstra sudah pergi. Ketika muncul sebagai pengelana bersama Boreas Mun dan Isengrim, ia memperkenalkan diri sebagai Sigi Reuven.

Nama yang kelak dipakainya di Novigrad sudah muncul dalam novel. Nama Reuven juga dipakai sekretaris lamanya, meskipun kesamaan itu belum cukup untuk memastikan seluruh maksud Dijkstra saat memilihnya. Novel memberi konteks pelarian, sedangkan journal karakter dalam game mengaitkan pengasingannya dengan intrik Philippa. Keterangan game ini perlu dibedakan dari novel, yang tidak menyebut pemberi perintah pembunuhan secara langsung.

Gambaran tentang nasib dinas lamanya muncul dalam teks buku The Redanian Special Forces. Teksnya tersimpan dalam data game, tetapi bukunya tidak tersedia sebagai loot normal. Menurut penulisnya, setelah pemeriksaan dinas dimulai, daftar agen dan sumber mereka bocor. Banyak di antaranya dibunuh atau menghilang, sehingga jaringan itu runtuh. Buku ini juga memuat beberapa rumor tentang nasib Dijkstra. Keterangannya berasal dari penulis dalam dunia cerita yang pengetahuannya terbatas.

Teks buku The Redanian Special Forces tentang dinas intelijen Redania setelah hilangnya Dijkstra.
The Redanian Special Forces mencatat kerusakan jaringan intelijen dan rumor nasib Dijkstra. Buku ini tidak tersedia sebagai loot normal.

Hilangnya jabatan membuat Dijkstra kehilangan saluran informasi dan kewenangan yang melekat pada dinas. Di Novigrad, ia harus mengandalkan kedudukannya di dunia kriminal serta hubungan yang dapat ia bangun. Game tidak merinci bagaimana kekayaannya terkumpul, dan tidak membuktikan bahwa seluruh gengnya berasal dari dinas lama. Yang masih dapat dikenali ialah keterampilan intelijen yang dijalankan dengan sarana berbeda.

Informasi di Tangan Orang Lain

Pencurian dalam Count Reuven's Treasure menempatkan Dijkstra dalam posisi sulit. Ia membutuhkan kemampuan investigasi Geralt, sedangkan sang witcher sedang mencari Dandelion dan ingin melindungi penyair itu dari akibat keterlibatannya dalam pencurian. Orang yang membantu penyelidikan justru menahan sebagian informasi yang dibutuhkan Dijkstra.

Journal quest mencatat usaha Geralt menyamarkan kepentingannya dan kecurigaan Dijkstra terhadap sikapnya. Dijkstra mempunyai persoalan yang harus diselesaikan, sementara Geralt mempunyai informasi yang ingin disembunyikan. Kecurigaan dapat memberi arah penyelidikan, tetapi belum mengungkap apa yang sebenarnya ditutupi.

Daftar pengunjung pemandian menjadi salah satu titik awal penyelidikan. Dijkstra meminta Happen memeriksa catatan pada hari pembobolan. Nama Margrave Henckel mencurigakan karena orang itu sudah meninggal. Catatan usaha berguna ketika dibaca bersama pengetahuan tentang pengunjungnya: Dijkstra dapat mengenali keganjilan dan menentukan arah pencarian meskipun belum mengetahui siapa pencurinya.

Reputasi sebagai kepala mata-mata tidak menghapus kebutuhan akan keahlian orang lain. Dengan meminta bantuan Geralt, Dijkstra memperoleh kemampuan investigasi sang witcher sekaligus bergantung pada apa yang bersedia diungkapkannya. Kesetiaan Geralt kepada Dandelion membatasi hasil kerja sama tersebut.

Riwayatnya dengan Philippa memperlihatkan risiko ketika kedekatan dipakai untuk mendapatkan informasi. Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, Yarpen Zigrin menggambarkan hubungan Philippa dengan Dijkstra sebagai cara memperoleh informasi tentang dinas intelijen Redania. Kesaksian Yarpen ini menempatkan Dijkstra sebagai sasaran praktik yang juga akrab dengan pekerjaannya sendiri.

Saat berhadapan lagi dengan Philippa dalam Blindingly Obvious, hubungan lama mereka membawa kepentingan pribadi ke dalam keputusan Dijkstra. Journal quest menafsirkan sikapnya sebagai balas dendam. Namun Geralt dapat menawarkan informasi tentang rencana Emhyr agar Dijkstra membiarkannya membawa Philippa pergi. Informasi yang berguna bagi politik bisa mengubah keputusan yang tampak berakar pada dendam.

Dijkstra berhadapan dengan Philippa Eilhart dan Geralt di pemandian Novigrad.
Dijkstra mengungkit ancaman pembunuhan yang ia kaitkan dengan Philippa. Pertemuan ini juga dapat diselesaikan melalui pertukaran informasi tentang Emhyr.

Dalam urusan harta, Dijkstra membutuhkan informasi yang ditahan orang lain. Dalam urusan Philippa, ia dapat menimbang apakah tawaran tentang Emhyr cukup berharga untuk mengubah sikapnya. Kemampuannya bernegosiasi diuji dari kedua posisi itu: sebagai pihak yang membutuhkan bantuan dan sebagai pihak yang menentukan nilai sebuah tawaran.

Uang dan Perantara yang Menggerakkan Rencana

Informasi tentang perang tidak akan membayar tentara dengan sendirinya. Dalam The Tower of the Swallow, Dijkstra datang ke Kovir untuk mendapatkan dukungan keuangan bagi perang Utara melawan Nilfgaard. Ia berhadapan dengan Esterad Thyssen, raja negeri kaya yang mempertahankan netralitasnya. Dijkstra harus meyakinkan penguasa yang tidak berkewajiban memenuhi kebutuhan Utara.

Bantuan akhirnya dapat disalurkan secara tidak langsung, termasuk melalui perusahaan dagang dan pelepasan tahanan yang dapat memperkuat pasukan. Nasihat Ratu Zuleyka ikut membuka jalan bagi Esterad untuk membantu pihak yang melawan Nilfgaard sambil tetap mempertahankan netralitas secara formal. Keberhasilan ini melibatkan keputusan istana Kovir dan perantara yang menyalurkan bantuan, sehingga tidak tepat menganggap Dijkstra merancang serta mengendalikan seluruh skema seorang diri.

Esterad mengakui kesetiaan Dijkstra kepada kerajaan dan kejujurannya dalam urusan kas negara, tetapi mengecam intrik, suap, penyiksaan, dan pembunuhan yang dilakukannya. Bagi sang raja, pengabdian kepada negeri tidak membenarkan cara-cara tersebut. Dijkstra tetap dapat memperoleh bantuan meskipun Esterad tidak menerima seluruh alasannya. Negosiasi ini menuntut kemampuan meyakinkan seorang penguasa yang berada di luar kewenangannya.

Game pertama menyediakan gambaran lain melalui Shadow People, or the story of His Majesty's Secret Service, buku yang dikaitkan dengan Ori Reuven. Dalam tulisan itu, Ori menggambarkan Dijkstra mendukung Order of the Flaming Rose sebagai penyeimbang kekuatan para sorceress. Pengaruh agama dan kekuatan bersenjata Order dapat dipakai dalam persaingan politik.

Menurut Ori, Dijkstra sekaligus menolak gagasan menempatkan markas utama Order di Redania. Para fanatik lebih berguna bila cukup dekat untuk dimanfaatkan, tetapi tetap berada di luar perbatasan agar masalah yang mereka timbulkan ditanggung negeri lain, seperti Temeria. Perhitungan ini berasal dari gambaran Ori, bukan pengakuan langsung Dijkstra atau penjelasan lengkap tentang sejarah Order.

Menggunakan Order berarti berurusan dengan organisasi yang membawa tujuan dan bahayanya sendiri. Menjauhkan markasnya merupakan upaya membatasi beban bagi Redania, sementara negeri yang menampungnya tetap menghadapi risiko. Dijkstra dapat memperluas pengaruh dengan cara ini sambil memindahkan sebagian akibatnya kepada pihak lain.

Dalam The Witcher 3, uang memungkinkan Dijkstra membantu tanpa ikut bertempur. Ketika Geralt mencari dukungan untuk Kaer Morhen, Dijkstra dapat memberikan bantuan finansial bergantung pada hasil penyelidikan hartanya. Kerja sama yang memberinya informasi tentang kekayaan yang dicuri dapat dibalas dengan dukungan bagi kebutuhan Geralt. Bantuan itu tidak menjadikannya rekan seperjuangan dalam setiap persoalan sang witcher.

Hubungan di Kovir, dukungan kepada Order, dan bantuan untuk Kaer Morhen melibatkan kewajiban yang berbeda. Dijkstra bernegosiasi dengan penguasa lain, memakai organisasi sebagai penyeimbang, atau membiayai tindakan pihak lain. Uang dan perantara memberinya jangkauan yang lebih luas daripada pekerjaan yang dapat ia lakukan sendiri.

Bantuan kepada Mage dan Kepentingan Politik

Pelarian mage dari Novigrad mempertemukan kebutuhan Triss Merigold dengan kebutuhan Dijkstra. Dalam Count Reuven's Treasure, Triss sepakat membantu penyelidikan harta Dijkstra dengan imbalan dukungan finansial untuk mengeluarkan mage dari kota. Dijkstra kemudian ikut membantu pelarian dalam Now or Never dan menghadapi witch hunter di pelabuhan. Pertukaran itu memberi manfaat nyata bagi orang-orang yang hendak melarikan diri.

Dijkstra berbicara dengan Geralt di dermaga Novigrad.
Dijkstra berbicara dengan Geralt di dermaga setelah keberangkatan para mage menuju Kovir.

Dalam novel, Dijkstra mendatangi Kovir untuk mencari pendanaan perang. Dalam game, negeri itu menjadi tujuan orang-orang yang melarikan diri dari ancaman di Novigrad. Kedua peristiwa menempatkan Kovir sebagai negeri yang dapat menyediakan sesuatu di luar kekuasaan Dijkstra sendiri, tanpa membuktikan bahwa orang-orang dalam jaringannya tetap sama.

Journal karakter menyatakan bahwa Dijkstra tidak membantu semata-mata karena kemurahan hati, meskipun Triss tetap menghargai dukungannya. Kepentingan orang yang membantu dapat berjalan bersama manfaat bagi penerimanya. Motif politik tidak menghapus kenyataan bahwa bantuan itu menyelamatkan orang dari persekusi.

Dalam rangkaian peristiwa ini, Dijkstra juga membuka pembicaraan tentang rencana menyingkirkan Radovid. Pembicaraan politik itu berlangsung berdekatan dengan bantuannya kepada mage. Kedekatan tersebut memberi dasar untuk membaca kepentingannya, tetapi tidak membuktikan bahwa semua bantuan merupakan pembayaran terselubung.

Kesepakatan Triss dengan Dijkstra menyebut pertukaran yang konkret. Namun kesepakatan itu tidak memberi dasar untuk menganggap seluruh mage yang diselamatkan wajib mendukung agenda politiknya. Membantu penyelidikan, membiayai pelarian, dan mengajak orang berkonspirasi membawa kewajiban yang berbeda. Bantuan dapat memperluas hubungan politik Dijkstra tanpa menjadikan setiap penerimanya sebagai bawahan.

Koalisi yang Pecah setelah Kematian Radovid

Pembunuhan Radovid membutuhkan kerja sama dengan orang-orang yang memiliki kesetiaan politik sendiri. Vernon Roche dan Ves berjuang untuk Temeria, sedangkan Thaler membawa pengalaman intelijen dari negeri itu. Mereka dapat bekerja bersama Dijkstra untuk menghadapi Radovid, meskipun belum tentu menginginkan susunan Utara yang sama setelah kematiannya.

Philippa kembali terlibat dalam rencana ini. Dijkstra menyebut bahwa ia telah mengabari Philippa tentang rencana pembunuhan. Philippa juga menguping pertemuan para konspirator dalam wujud burung hantu, lalu membantu Geralt memancing Radovid dan menyerang raja hingga tewas. Mereka dapat menghadapi lawan yang sama meskipun riwayat permusuhan Philippa dengan Dijkstra belum terhapus.

Perbedaan tujuan muncul dalam kesepakatan kelompok Roche dengan Nilfgaard. Mereka menerima pemulihan Temeria sebagai negara vasal kekaisaran dengan imbalan penghentian perlawanan. Bagi Roche, kesepakatan itu menawarkan jalan untuk mendapatkan kembali negerinya. Bagi Dijkstra, harga tersebut tidak dapat diterima karena mengorbankan Redania dan masa depan Utara demi pemulihan Temeria.

Setelah Radovid terbunuh dalam Reason of State, Dijkstra menyatakan rencananya untuk mengambil alih Redania, melanjutkan perang melawan Nilfgaard, dan menyatukan Utara di bawah kekuasaannya. Ia bermaksud menyingkirkan kelompok Temeria yang tidak akan menerima rencana itu, termasuk Ves bila ia masih hidup. Journal karakter menyebut tindakan ini sebagai pengingkaran kesepakatan dengan sekutunya. Kemenangan atas Radovid justru diikuti perebutan kendali atas masa depan Utara.

Dijkstra berdiri di hadapan Geralt dan kelompok Temeria, dengan anak buah bersenjata di sisi panggung.
Dijkstra menolak gencatan senjata dengan Nilfgaard dan menyatakan akan menyatukan Utara, termasuk Temeria, di bawah kekuasaannya.

Patriotisme Redania ikut menjelaskan penolakan Dijkstra. Saat mengajak Geralt menyingkirkan Radovid, ia membanggakan pembangunan negara bersama Vizimir, termasuk perdagangan, ilmu pengetahuan, dan pengadilan yang adil, lalu menuduh Radovid merusak hasilnya. Ia menyatakan kesetiaan pada kelangsungan Redania sebagai negara yang kuat. Dalam pandangan ini, menentang raja dapat menjadi cara membela negeri.

Penolakannya mempunyai alasan strategis yang dapat dipahami: kepentingan Temeria tidak otomatis mewakili seluruh Utara. Dijkstra juga menawarkan rencana yang menghasilkan kemenangan dalam salah satu epilog. Namun kepentingan Redania tidak memberinya hak untuk menentukan masa depan Temeria atau menuntut anggota koalisi menyerahkan sasaran perjuangan mereka. Patriotisme bertemu dengan ambisi kekuasaan ketika Dijkstra memakai pembelaan terhadap Utara untuk membenarkan pemaksaan rencana hingga pembunuhan bekas sekutu.

Bagi Roche, menerima rencana Dijkstra berarti menggantungkan masa depan Temeria pada kemenangan perang lanjutan dan keputusan seorang calon penguasa Redania. Ia sudah memiliki kesepakatan untuk memulihkan negerinya, meskipun dengan ketergantungan pada Nilfgaard. Kedua tokoh ini mengejar hasil berbeda dan bersedia menanggung risiko yang berbeda pula. Kesamaan lawan tidak cukup untuk menyelesaikan perselisihan mereka.

Dalam konfrontasi ini, nasib Dijkstra bergantung pada keputusan Geralt. Bila sang witcher meninggalkan kelompok Temeria, Dijkstra menyingkirkan anggota kelompok yang masih hidup. Bila Geralt melindungi mereka, Dijkstra tewas dan kesepakatan dengan Nilfgaard dapat dijalankan. Epilog cabang kematian Dijkstra memperlihatkan kemenangan kekaisaran serta pemulihan Temeria sebagai negara vasalnya. Journal karakter menjelaskan kematian Dijkstra sebagai akibat salah memperhitungkan netralitas Geralt. Ia mengira sang witcher akan membiarkannya bertindak, padahal Geralt dapat memilih melindungi sahabat-sahabatnya.

Keputusan Dijkstra dalam adegan itu sulit diselaraskan dengan kecermatannya di banyak kesempatan lain. Tujuan politiknya jelas, tetapi game tidak merinci mengapa ia menganggap konfrontasi di hadapan Geralt sebagai risiko yang dapat diterima. Penjelasan journal tentang salah perhitungan belum menuntaskan persoalan ini. Kejanggalan keputusan ini tidak menghapus kecakapan yang tampak dalam riwayatnya.

Konfrontasi itu pun tidak selalu terjadi. Jika rencana pembunuhan tidak diselesaikan, Radovid tetap berkuasa dan memenangkan perang, sementara nasib akhir Dijkstra tidak dijelaskan. Jalan menuju pemerintahan Dijkstra terbuka pada cabang ketika Radovid terbunuh dan Geralt membiarkannya menyingkirkan kelompok Temeria.

Utara dalam Rancangan Dijkstra

Epilog cabang kemenangan Dijkstra menyatakan bahwa Nilfgaard dipukul mundur, Redania menang, dan mantan kepala intelijen itu mengambil kekuasaan sebagai kanselir. Narasi kemudian menggambarkan konsolidasi wilayah melalui program permukiman dan industrialisasi. Dijkstra mempersiapkan negara menghadapi perang untuk mempertahankan perdamaian.

Ilustrasi epilog menampilkan Dijkstra mengangkat tangan di hadapan kerumunan dan prajurit berbendera Redania.
Pada cabang kemenangan Dijkstra, Redania memukul mundur Nilfgaard dan mantan kepala intelijen itu mengambil kekuasaan.

Epilog ini memberi hasil nyata bagi rencana melanjutkan perang yang ia kemukakan setelah kematian Radovid. Namun game tidak merinci bagaimana Dijkstra memperoleh kendali atas pemerintahan dan pasukan Redania. Kedudukannya di dunia kriminal memberinya sarana untuk berkonspirasi, sedangkan kemenangan Redania merupakan hasil cabang cerita. Dari sini tidak dapat disimpulkan bahwa geng Novigrad sendirian memenangkan perang.

Program pemerintahannya mengikuti contoh Nilfgaard dalam memperkuat penguasaan atas wilayah luas. Dijkstra menolak dominasi kekaisaran, tetapi bersedia memakai metode lawannya untuk menopang negara yang hendak ia bangun.

Narasi epilog juga menyebut pemerintahannya sinis dan kejam. Tindakan yang dijalankan demi rakyat sering berlawanan dengan kehendak mereka. Kemenangan militer dan pembangunan tidak menjamin kebebasan, dan gambaran program pemerintahannya belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh rakyat menjadi lebih sejahtera.

Perpecahan koalisi memberi konteks bagi cara memerintah itu. Selama masih membutuhkan kerja sama, Dijkstra harus berhadapan dengan mitra yang dapat menolak, menyembunyikan informasi, atau menuntut hasil berbeda. Kekuasaan negara memperluas kemampuannya menjalankan keputusan, tetapi tidak menyelesaikan persoalan persetujuan dari orang-orang yang terkena akibatnya.

Dijkstra kembali ke politik negara dengan keterampilan yang tetap berguna setelah jabatan lamanya hilang: memperoleh informasi, menilai tawaran, dan menggerakkan orang serta uang. Di Novigrad, ia menjalankannya melalui usaha dan hubungan kriminal. Pada cabang kemenangannya, kewenangan untuk memaksakan keputusan kembali berada di tangannya, sementara para mitra yang menolak rancangan Utaranya telah disingkirkan. Jalan kembali ke kekuasaan itu berakhir dengan hancurnya koalisi yang membantunya sampai di sana.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama