Di ladang sekitar Novigrad, para petani takut pada sosok perempuan yang muncul di tengah hari. Di dekat Midcopse, orang menghindari ladang ketika hari mulai gelap. Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, sosok pertama disebut noonwraith, sedangkan yang kedua nightwraith. Nama itu memberi petunjuk tentang waktu ketika mereka paling berbahaya, tetapi belum menjelaskan riwayat arwah di baliknya.
Keduanya menghantui wilayah yang serupa dan memiliki sejumlah kemampuan yang sama. Bestiary menyatakan bahwa noonwraith masih bisa ditemui malam hari, sementara nightwraith dapat muncul saat matahari bersinar. Jika keduanya dapat muncul pada waktu yang berlawanan dengan namanya, apa yang membedakan mereka? Waktu memengaruhi kekuatan, tetapi riwayat kematian dan ikatan pada tempat juga perlu diperiksa untuk memahami tiap arwah.
Dua Arwah di Wilayah Pedesaan
Bestiary memasukkan noonwraith dan nightwraith ke kelompok specter. Keduanya menghantui wilayah pedesaan, terutama ladang dan padang rumput tempat petani bekerja atau pengembara melintas. Kontrak The White Lady memperlihatkan akibatnya: warga tak berani memanen tanaman yang sudah matang. Mereka pun terancam kelaparan.
Keduanya juga menyerang dengan cara yang serupa. Mereka dapat menjadi tak berwujud sehingga pukulan biasa sulit melukai mereka. Mereka pun menciptakan bayangan diri yang menguras tenaga korban. Tanda Yrden atau bom Moon Dust dapat memaksa mereka mengambil wujud yang bisa diserang. Kesamaan sebagai specter ini belum menjelaskan bagaimana seseorang berubah menjadi salah satunya.
Entri noonwraith menggambarkan arwah perempuan muda yang tewas secara kejam menjelang pernikahan. Entri itu menyebut jubah putih, benda bermakna seperti cincin kawin atau kerudung pengantin yang robek, serta ladang dekat tempat kematian. Entri nightwraith lebih menekankan bahaya setelah gelap, termasuk legenda tentang arwah yang memasuki rumah warga. Perbedaan fokus kedua entri ini tidak berarti semua nightwraith mempunyai riwayat yang sama dengan noonwraith.
Buku seni resmi The Art of The Witcher 3: Wild Hunt memperjelas perbedaan rupa keduanya. Noonwraith mengenakan rangkaian bunga yang layu dan membawa sabit, sedangkan nightwraith berpakaian gelap dengan lentera di tangan. Sabit mengingatkan pada kerja di ladang, rangkaian bunga pada pernikahan, dan lentera pada perjalanan malam. Namun, rupa mereka tidak mengungkap kapan perempuan yang menjadi arwah itu meninggal.
Siang dan Malam Tidak Menjadi Batas Mutlak
Noonwraith paling kuat pada siang hari, terutama ketika matahari tinggi. Nightwraith lebih berbahaya setelah senja. Namun, kedua entri bestiary juga memuat pengecualian yang mudah terlewat. Noonwraith dapat dijumpai malam hari, meski lebih lemah. Nightwraith pun dapat muncul di bawah cahaya matahari, dengan kekuatan yang lebih rendah daripada setelah senja.
![]() |
| Kolase olahan dua entri Bestiary. Kedua arwah juga dapat muncul di luar waktu ketika mereka paling kuat. |
Nama mereka menunjukkan kapan masing-masing lebih kuat, bukan batas mutlak kemunculannya. Jam penampakan saja tidak memastikan jenis arwah yang terlihat. Kekuatan noonwraith pada siang hari pun tidak mengungkap jam kematian perempuan yang menjadi arwah tersebut.
Kematian yang Menetap pada Tempat
Kasus noonwraith di sumur White Orchard memperlihatkan bagaimana arwah terikat pada tempat dan benda. Ia dahulu bernama Claer dan tinggal bersama suaminya, Volker, di permukiman yang kemudian ditinggalkan. Setelah permukiman itu diserang, jasad Claer ditemukan tergantung pada tali timba sumur. Gelang pemberian Volker tertinggal di air di bawahnya. Menurut jurnal kontrak, penghancuran gelang memutus ikatan yang menahan arwah Claer di dunia orang hidup. Geralt kemudian membakar tulang dan gelang itu sebelum menghadapi arwahnya.
Sumur tersebut adalah tempat kematian sekaligus sumber air bagi warga di sekitarnya. Ketika noonwraith menghantuinya, warga tidak dapat mengambil air yang mereka butuhkan. Gelang Claer menyimpan jejak hubungannya dengan Volker dan berperan khusus dalam kasus ini. Tidak ada dasar untuk menganggap semua noonwraith terikat pada perhiasan.
White Lady di ladang luar Novigrad mempunyai riwayat berbeda. Helma mengenalinya sebagai Luzi. Menurut Helma, Luzi bunuh diri pada hari pernikahannya karena menolak menikah dengan lelaki jauh lebih tua yang dipilih orang tuanya. Belati perak yang dipakai Luzi untuk bunuh diri kemudian digunakan untuk memancing arwahnya. Bestiary menyatakan bahwa emosi yang kuat mengikat White Lady pada ladang dan menara terbengkalai di sekitarnya, tetapi tidak menetapkan emosi apa yang menjadi penyebabnya.
![]() |
| White Lady dalam The Witcher 3: Wild Hunt. Rangkaian bunga yang dikenakannya mengingatkan pada kisah pernikahan Luzi menurut Helma. |
Claer dan Luzi sama-sama menjadi noonwraith, tetapi kisah mereka berbeda. Luzi meninggal pada hari pernikahannya, sedangkan Claer sudah menikah dengan Volker. Gambaran bestiary tentang kematian menjelang pernikahan sesuai dengan Luzi, tetapi tidak dapat dijadikan syarat bagi semua noonwraith.
Nightwraith bernama Jenny o' the Woods memberi pembanding. Ketika masih hidup, ia adalah Zula dari Midcopse. Suratnya kepada Ontan menunjukkan bahwa ia takut kepada Bokhai, lelaki yang terus mendekatinya meskipun telah ditolak. Zula berharap dapat pergi bersama Ontan. Jurnal kontrak menyebut bahwa ia dibunuh oleh lelaki yang cintanya ia tolak. Arwahnya kemudian menghantui ladang di sekitar Midcopse.
Bestiary Jenny berbicara tentang cinta yang terpisah oleh kematian. Surat Zula memperlihatkan ancaman yang tersembunyi di balik ringkasan itu: ia takut kepada Bokhai, bukan kepada Ontan yang dicintainya. Dalam kontrak, surat dan darah yang mengering pada pisau dibakar untuk memancing nightwraith. Benda-benda tersebut membantu mengungkap dan menangani kasus Zula, tetapi tidak membuktikan bahwa semua nightwraith terikat atau dapat dipancing dengan cara serupa.
Ketiganya menghantui tempat yang berhubungan dengan tragedi masing-masing, tetapi benda yang tertinggal tidak selalu berfungsi sama. Tulang dan gelang Claer dibakar untuk memutus ikatan arwahnya dengan dunia orang hidup. Belati Luzi dipakai untuk memancing White Lady, sedangkan surat dan darah pada pisau digunakan untuk memancing Zula. Cara menangani satu wraith tidak otomatis berlaku bagi yang lain.
Di balik nama monster itu ada riwayat yang berbeda. Permukiman Claer dilanda kekerasan, Luzi menghadapi pernikahan yang tidak ia kehendaki menurut Helma, dan Zula takut kepada lelaki yang terus mengejarnya. Kisah mereka tidak berarti setiap penderitaan menghasilkan wraith. Namun, tanpa riwayat tersebut, ladang yang mereka hantui mudah disangka sekadar habitat suatu spesies.
Aturan Waktu Kematian dalam Artbook
The Art of The Witcher 3: Wild Hunt, buku seni resmi pendamping game, memberi penjelasan yang tidak tersedia dalam tiga kontrak tadi. Saat membahas perempuan yang mengalami tragedi cinta, buku itu menyatakan bahwa waktu kematian menentukan apakah mereka menjadi noonwraith atau nightwraith. Penjelasan ini menyangkut jenis arwah yang terbentuk, bukan hanya waktu kemunculannya.
Jurnal dan temuan dalam kasus Claer, Luzi, serta Zula tidak mencatat jam kematian mereka. Kita mengetahui siapa yang meninggal, sebagian keadaan yang mengantar pada kematian mereka, dan jenis arwah yang muncul sesudahnya. Tidak ada dasar untuk menebak jam kematian mereka dari jenis arwah yang muncul. Karena itu, ketiga kasus tersebut belum dapat dipakai untuk menguji penjelasan artbook satu per satu.
Artbook juga menyebut kedua jenis arwah hanya aktif pada waktu tertentu. Pernyataan itu berbenturan dengan bestiary The Witcher 3: Wild Hunt, yang menyatakan noonwraith dapat muncul malam hari dan nightwraith pada siang hari. Untuk waktu kemunculan dalam game, bestiary memberi keterangan yang lebih langsung. Penjelasan artbook tentang waktu kematian tetap perlu dibaca sebagai klaim tersendiri.
![]() |
| Bestiary membahas kemunculan dan kekuatan. Artbook mengaitkan jenis arwah dengan waktu kematian, yang tidak tercatat dalam tiga kasus ini. |
Jejak Game Pertama dan Batas Novel
Bestiary The Witcher, game pertama, menggambarkan asal-usul kedua arwah dengan cara berbeda. Noonwraith disebut lahir pada tengah hari dari panas, kesedihan, dan keringat para pembajak. Ia menari di ladang dan memaksa orang yang menyaksikannya ikut menari sampai mati. Nightwraith disebut lahir dari cahaya bulan, angin, dan tanah yang mendingin setelah hari yang panas. Menurut entri itu, korban yang dipaksa menari sampai mati terkadang menjadi nightwraith.
Gambaran itu bercorak cerita rakyat dan tidak mencatat jam kematian orang yang menjadi arwah. Keterangan tentang kemunculan dalam game pertama juga lebih ketat: noonwraith disebut selalu muncul saat matahari tinggi, sedangkan nightwraith dijumpai setelah gelap ketika bulan tinggi. Bestiary The Witcher 3: Wild Hunt kemudian menyatakan keduanya juga dapat muncul di luar waktu kemunculan utama masing-masing, dengan kekuatan lebih lemah. Game pertama dan ketiga berbeda dalam hal ini, tanpa penjelasan mengapa.
Di Murky Waters, kisah dua saudari memperlihatkan riwayat yang lebih konkret. Alina meninggal sebelum pernikahannya dan muncul sebagai noonwraith. Saat bertengkar, Celina mendorong Alina hingga ia jatuh dan tewas. Adam kemudian membunuh Celina, yang menjadi nightwraith. Kematian keduanya menghasilkan arwah yang menghantui ladang yang sama, tetapi game tidak mencatat jam kematian mereka untuk menguji penjelasan artbook.
Alina belum menerima kenyataan bahwa dirinya meninggal. Cermin yang diperlihatkan kepadanya belum cukup untuk membuatnya tenang. Ia perlu menerima kematiannya dan berdamai dengan Celina. Celina juga dapat ditolong dengan karangan bunga immortelles. Kisah kedua saudari itu saling terkait, tetapi cermin dan karangan bunga tersebut memiliki fungsi berbeda. Riwayat mereka pun tidak cocok dibaca sebagai kelahiran arwah secara harfiah dari panas atau cahaya bulan.
Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, Geralt meminta bantuan Dandelion saat menyelidiki kasus succubus. Sang penyair bertanya apakah ia membutuhkan puisi lain untuk noonwraith. Dandelion tidak menyebut Alina, tetapi ucapannya mengingatkan pada jalur puisi dalam kisah Alina di game pertama. Dialog itu tidak menambahkan aturan baru tentang pembentukan kedua wraith.
Novel Sapkowski menyebut makhluk bernama nocnica dalam dua konteks. Dalam cerita A Little Sacrifice, Dandelion mengatakan Geralt tidak membunuh nocnica karena, menurutnya, makhluk itu menyenangkan. Dalam terjemahan Inggris, makhluk tersebut disebut night spirits. Sebuah kisah rakyat tentang Saovine dalam The Tower of the Swallow menyebut nocnica dapat memengaruhi janin perempuan hamil. Sementara itu, nightwraith dalam game berbahasa Polandia bernama północnica. Kemiripan nama tidak cukup untuk memastikan bahwa nocnica dalam novel adalah nightwraith dalam game.
Bestiary game pertama, artbook, dan bestiary The Witcher 3: Wild Hunt menjelaskan asal-usul serta waktu kemunculan kedua arwah dengan cara yang tidak sepenuhnya sama. Untuk memahami mereka dalam game ketiga, petunjuk paling langsung datang dari bestiary dan kasus Claer, Luzi, serta Zula. Siang dan malam memengaruhi kekuatan mereka, sementara penjelasan artbook tentang waktu kematian belum dapat diuji pada ketiga korban itu. Yang dapat ditelusuri adalah tempat yang mereka hantui, benda yang tertinggal, dan hubungan yang terputus ketika mereka meninggal.


