Langsung ke konten

Kaer Morhen: Tempat Pulang di Benteng yang Rusak

Balok atap menara Kaer Morhen perlu diganti. Dalam No Place Like Home di The Witcher 3: Wild Hunt, Eskel mengusulkan agar waktu luang malam itu dipakai untuk mengerjakannya. Ia lalu menawarkan pilihan lain: minum bersama. Lambert lebih menyukai pilihan kedua, Geralt setuju, dan pekerjaan atap menunggu lagi.

Dalam salah satu percakapan pada malam itu, Lambert juga mengeluhkan dinding berjamur, atap bocor, dan dingin musim salju. Ia bahkan pernah mengusulkan agar Kaer Morhen ditinggalkan. Bagi orang yang harus tidur di dalamnya, benteng tua itu memiliki kekurangan yang sangat nyata.

Namun Kaer Morhen tetap menjadi tempat para witcher School of the Wolf kembali, berkumpul, dan melakukan pekerjaan yang membutuhkan ruang serta peralatan di sana. Nilainya tidak dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa bangunan itu bersejarah. Sejarah tidak mengganti balok atap atau membuat laboratorium siap dipakai.

Kaer Morhen tetap berguna berkat pengetahuan orang-orang yang mengenal medan, kemampuan mereka memakai kembali peninggalannya, dan pekerjaan yang dilakukan bersama. Letaknya yang terpencil membantu dalam keadaan tertentu. Kerusakan, bahaya di lembah, dan ancaman yang dapat melampaui tembok tetap membatasi perlindungannya. Tempat pulang ini membutuhkan lebih banyak usaha daripada yang tampak dari kejauhan.

Kaer Morhen dilihat dari atas, dengan tembok rusak dan menara di lereng pegunungan.
Kaer Morhen berada dalam lingkungan pegunungan yang ikut menentukan akses menuju benteng.

Jalan Masuk yang Tidak Selalu Melindungi

Game pertama, The Witcher, menempatkan Kaer Morhen di kawasan Blue Mountains, di wilayah utara Kaedwen. Journal game itu menyebut nama lamanya, Caer a'Muirehen, dengan arti Old Sea Fortress atau benteng laut tua. Dalam The Witcher 3, lingkungan yang dihadapi penghuninya adalah lembah pegunungan dengan hutan, perairan, gua, dan jalur menuju tempat-tempat di luar benteng.

Tembok melindungi ruang di dalam benteng, sedangkan jalan menuju lembah menentukan bagaimana orang dapat mendekat. Persoalan keamanan sudah dimulai sebelum seseorang mencapai gerbang.

Di White Orchard, Vesemir memperhitungkan kemungkinan tentara Nilfgaard mencapai kawasan itu sebelum salju menutup jalur pegunungan. Karena itu, ia ingin pulang dan menyamarkan jalan masuk. Kekhawatiran tersebut merupakan perkiraan Vesemir, bukan laporan bahwa tentara telah tiba. Rencana menyamarkan jalur itu menunjukkan bahwa penghuninya masih perlu bekerja agar benteng terpencil ini sulit dijangkau.

Salju dapat menghambat perjalanan, sementara jalur yang diketahui orang luar perlu disembunyikan. Penghuni yang memahami lembah memiliki keunggulan saat harus bergerak di sana. Kesulitan mencapai Kaer Morhen berasal dari medan, musim, dan pengetahuan tentang jalan, bukan semata-mata jaraknya dari kota.

Medan itu juga berubah. Dalam The Final Trial, Lambert menjelaskan bahwa longsor telah menutup lintasan pegunungan menuju Circle of Elements. Geralt dan Lambert memakai pendekatan dari sisi kolam, jalur yang mereka kenal dari Trial of the Medallion. Pengetahuan lama membantu mereka menghadapi hambatan baru.

Kehidupan di Kaer Morhen meluas sampai ke lembah sekitarnya. Penghuninya perlu mengetahui jalan menuju tempat kerja dan latihan, mengenali bahaya, serta mencari lintasan lain ketika jalan biasa tertutup. Pengalaman tinggal di sana membantu mereka bergerak di medan yang menyulitkan orang asing, meskipun keunggulan itu tetap bergantung pada jenis ancaman yang datang.

Pekerjaan yang Menunggu di Rumah

Setelah berhasil mencapai lembah, orang yang pulang masih harus tinggal di dalam benteng yang rusak. Ukuran dan sejarah Kaer Morhen tidak membuat seluruh ruangnya nyaman atau siap digunakan.

Prolog The Witcher sudah memperlihatkan kebutuhan perbaikan sehari-hari. Ketika tangga rusak, Vesemir menyebut pekerjaan yang seharusnya dilakukan Lambert dan Eskel. Lambert menanggapi bahwa mereka bukan tukang bangunan. Percakapan itu tidak memastikan pekerjaan akhirnya selesai, tetapi memperlihatkan bahwa kemampuan seorang witcher tidak dengan sendirinya memenuhi seluruh kebutuhan hunian.

Di The Witcher 3, bekas terobosan Savolla dalam serangan Salamandra masih dikenali Geralt. Bagi Lambert, lubang pada tembok tersebut berguna sebagai jalan pintas menuju kolam. Lubang itu memudahkan perjalanan penghuni sekaligus membuka titik lemah pertahanan. Kebiasaan memakai sebuah tempat dapat tumbuh di sekitar kerusakannya.

Celah pada tembok Kaer Morhen dengan jalur tanah yang melewatinya.
Celah yang dikenali Geralt sebagai bekas terobosan Savolla juga dipakai Lambert sebagai jalan pintas menuju kolam.

Jalur dan sebagian ruangan masih dapat dipakai meski benteng rusak. Penghuni dapat menunda pekerjaan perbaikan sambil menjalankan kegiatan lain, tetapi penyesuaian sehari-hari itu tidak menghilangkan kebutuhan untuk memperbaikinya.

Novel Blood of Elves memberi pembanding tentang kehidupan di dalam Kaer Morhen. Dalam bab kedua, ketika Triss datang, para witcher menyiapkan kamar terbaik di menara dan memindahkan tempat tidur terbaik untuknya. Kamar dalam novel tidak harus dianggap sama dengan ruangan yang ditampilkan game.

Novel itu menempatkan kehidupan benteng sesudah pogrom yang merenggut banyak penghuninya. Triss menyadari bahwa laboratorium dan resep mutasi masih tersisa, tetapi tidak ada lagi mage yang mampu menjalankan prosesnya. Dengan lebih sedikit penghuni dan keahlian yang tidak lagi lengkap, Kaer Morhen tetap harus dirawat meskipun sebagian fungsi lamanya tidak dapat diteruskan.

Di tengah keterbatasan itu, para witcher masih memilih kamar dan menyiapkan tempat tidur untuk tamu. Kaer Morhen dapat menjadi tempat beristirahat karena seseorang mengusahakan kenyamanan bagi orang yang datang. Penghunilah yang menentukan bagaimana ruang yang tersedia digunakan.

Menyebut Kaer Morhen rumah tidak berarti menganggapnya terpelihara dengan baik. Percakapan tentang tangga dan penyiapan kamar tamu memperlihatkan kebutuhan sehari-hari di dalam bangunan besar itu: orang harus bisa bergerak, tidur, dan bekerja. Kehidupan masih berjalan di tengah pekerjaan yang ditunda, tanpa menunggu seluruh benteng selesai diperbaiki.

Pendidikan di Luar Tembok

Lembah Kaer Morhen juga menjadi medan latihan bagi calon witcher. Mereka belajar melalui gerak dan risiko di lingkungan yang tetap mereka kenali setelah dewasa.

Dalam Blood of Elves, Triss mengenali jalur berhalang rintang yang mengelilingi benteng. Jalur tersebut dipakai untuk melatih kecepatan berlari dan pengendalian napas. Para witcher muda mempunyai sebutan sendiri untuknya, The Killer. Batang pohon di atas jurang menjadi bagian dari lintasan yang harus dilewati.

Latihan dalam novel itu melibatkan tanah tempat kaki berpijak, jarak yang harus ditempuh, dan rintangan yang memaksa tubuh bekerja. Lanskap turut membentuk keterampilan, sehingga ketika seorang murid meninggalkan benteng, pengalaman tentang tempat itu ikut terbawa dalam cara ia bergerak.

The Final Trial memperlihatkan hubungan yang lebih pahit dengan medan latihan dalam versi game. Jalur menuju Circle of Elements mengingatkan Lambert pada Trial of the Medallion dan pertemuan kelompoknya dengan Old Speartip. Menurut Lambert, hanya dua anak dari kelompok itu yang kembali. Gua yang dapat dilalui bersama oleh dua witcher dewasa menyimpan ingatan yang jauh berbeda bagi mereka ketika masih muda.

The Killer dalam novel tidak perlu dianggap sebagai lintasan yang persis sama dengan seluruh rute dalam game tersebut. Dalam kedua versi, pendidikan di Kaer Morhen memanfaatkan lingkungan sekitar benteng. Keakraban dengan medan juga dapat menyimpan ingatan tentang orang yang gagal melewatinya.

Gangguan arwah muncul di Bastion, kompleks bertembok dengan beberapa menara dekat Kaer Morhen. Journal The Bastion mencatat kesimpulan Geralt bahwa penampakan di sana berkaitan dengan seorang anak yang pernah dilatih menjadi witcher dan tewas ketika kaum fanatik menyerang Kaer Morhen. Geralt menemukan dan menguburkan jasadnya bersama dua pedang, dengan harapan arwahnya memperoleh ketenangan.

Dinding dan menara yang rusak pada reruntuhan Bastion dekat Kaer Morhen.
Bastion berdiri terpisah dari bangunan utama Kaer Morhen.

Jejak pogrom Kaer Morhen itu masih harus ditangani di tempat yang pernah digunakan untuk pendidikan. Mengenali sebuah bangunan tidak berarti mengetahui seluruh keadaan di dalamnya. Lingkungan yang akrab bagi penghuninya dapat menyimpan bahaya yang belum diselesaikan, bersama ingatan tentang latihan di sana.

Peralatan yang Masih Bisa Dipakai

Di luar bangunan utama, kebun alkimia lama dalam Greenhouse Effect menggunakan tiga monolit untuk mengatur kondisi tumbuh tanaman. Ruang yang berguna bagi penghuni Kaer Morhen dapat dibentuk tanpa membangun rumah di atasnya.

Tiga monolit batu mengelilingi tanaman kebun alkimia di antara tebing lembah Kaer Morhen.
Susunan tiga monolit memungkinkan kebun alkimia bekerja tanpa bangunan rumah kaca.

Letter from the resident mage menjelaskan cara kerjanya. Hieronymus menulis kepada Lesbeth bahwa batu-batu penyerap sihir disusun menjadi segitiga dan diberi energi dari unsur api serta air. Susunan yang tidak seimbang berusaha mencapai keseimbangan. Panas yang muncul dalam proses itu membuat area di antara monolit cocok untuk tanaman eksotis.

Sistem tersebut mempunyai batas yang disebutkan dalam surat yang sama. Mengisi semua monolit dengan unsur serupa tidak menghasilkan aliran energi yang diperlukan. Muatannya juga berkurang seiring waktu, sehingga perlu diperiksa secara berkala. Ketika keseimbangan tercapai, suhu turun dan curah hujan meningkat.

Tiga batu dapat tetap berdiri sementara kondisi yang dihasilkannya sudah berubah. Dalam Greenhouse Effect, Geralt dapat mengaktifkan kembali kebun itu dan memulihkan kondisi bagi pertumbuhan herba.

Fungsi kebun itu adalah budidaya bahan alkimia. Keberadaannya tidak membuktikan bahwa Kaer Morhen memenuhi seluruh kebutuhan pangannya sendiri.

Surat Hieronymus membantu orang yang datang kemudian memahami cara kerja kebun. Batu dan petunjuk tertulisnya saling melengkapi, sehingga fasilitas itu masih dapat dimanfaatkan setelah pembuatnya tidak lagi hadir.

Cuplikan surat Hieronymus kepada Lesbeth tentang susunan tiga monolit, energi api dan air, serta pemeriksaan berkala.
Dalam surat kepada Lesbeth, Hieronymus menjelaskan cara kerja monolit dan perlunya pemeriksaan berkala.

Peninggalan lain tersimpan di tempat yang lebih sulit ditemukan. Journal The Witchers' Forge menghubungkan petunjuk dalam sebuah buku dengan tambang besi lama dan jalan menuju forge, tempat penempaan yang pernah digunakan di sekitar benteng. Forge lama ini berbeda dari workshop yang digunakan dalam persiapan pertahanan. Menemukannya kembali tidak berarti tempat itu sedang berproduksi.

Di dalam benteng, meja Sad Albert memperoleh kegunaan baru dalam penanganan Uma pada Va Fail, Elaine. Dengan bantuan para witcher, Yennefer memimpin prosedur yang memakai tahap awal Trial of the Grasses untuk membantu mengangkat kutukan. Uma tidak dijadikan witcher. Peralatan yang disimpan dapat digunakan lagi ketika orang dengan keahlian yang diperlukan hadir.

Kebun dapat dipulihkan, forge ditemukan kembali, dan meja Sad Albert dipakai dalam penanganan tertentu. Ketiganya memperlihatkan cara berbeda untuk memanfaatkan peninggalan Kaer Morhen, tanpa berarti semua fasilitas tersebut masih aktif.

Benteng yang Harus Disiapkan Lagi

Serangan Salamandra dalam prolog The Witcher telah memperlihatkan bahwa Kaer Morhen dapat ditembus. Para penyerang mengambil rahasia dari laboratorium dan menewaskan Leo. Benteng yang digunakan untuk tinggal dan berlatih juga menyimpan pengetahuan yang menjadi sasaran pencurian. Keterpencilan tidak menjamin bahwa penyerang gagal menemukannya.

Persiapan menghadapi Wild Hunt dalam The Witcher 3 menuntut penghuni memilih penggunaan laboratorium dan workshop. Eskel mengingatkan bahwa sumber daya terbatas dan waktu yang tersedia lebih sedikit lagi. Kedua fasilitas itu tidak dapat dipakai untuk mengerjakan seluruh persiapan sekaligus.

Di laboratorium, pilihannya adalah menyiapkan potion atau membuat jebakan witcher. Di workshop, peralatan dapat digunakan untuk menutup lubang pada tembok atau membersihkan reruntuhan armory, gudang senjata yang atapnya telah roboh. Pedang di dalamnya baru menjadi pilihan yang berguna jika dapat diambil dari bawah puing.

Pada setiap fasilitas, game menempatkan kedua pilihan sebagai alternatif. Menutup lubang pada tembok dan memperoleh senjata sama-sama dibutuhkan, tetapi alat serta waktu yang tersedia membatasi pekerjaan yang dapat diselesaikan.

Halaman Kaer Morhen dilihat dari atas, dengan gerbang, tembok batu, dan perancah kayu.
Gerbang, tembok, dan halaman menyediakan ruang bagi pertahanan yang masih harus disiapkan oleh para penghuninya.

Lubang yang sehari-hari dipakai sebagai jalan pintas kini harus dinilai sebagai tempat musuh mungkin masuk. Perbaikan yang bisa ditunda saat benteng digunakan untuk tinggal menjadi kebutuhan mendesak saat menghadapi serangan. Perubahan ancaman membuat penghuni harus menilai kembali cara mereka memakai ruang.

Wild Hunt juga tidak harus mendekat melalui jalan pegunungan seperti pasukan biasa. Yennefer merencanakan penghalang magis untuk memaksa para penyerang muncul di luar benteng, tetapi mengakui bahwa ia tidak dapat menghentikan portal para navigator. Pertahanan masih membutuhkan tindakan terhadap portal tersebut serta kerja para sekutu.

Tembok tetap berguna untuk mengatur posisi dan dapat memperlambat serangan, tetapi para pembela juga harus memakai medan, sihir, dan bantuan satu sama lain. Bahkan kerja bersama itu tidak mencegah pertahanan runtuh. Setelah Vesemir tewas, ledakan kekuatan Ciri memaksa Hunt mundur.

Sesudah pertempuran, kelompok itu tetap harus mencari cara lain untuk menghadapi Hunt. Pertempuran di Kaer Morhen berakhir dengan kehilangan besar. Pengalaman tersebut membatasi anggapan bahwa mengumpulkan orang di benteng tua merupakan jawaban yang dapat diulang setiap kali ancaman datang.

Pulang Tetap Menjadi Pilihan

Nilai emosional Kaer Morhen tidak hilang karena kekurangan-kekurangan itu. Dalam The Last Wish, pada bagian The Voice of Reason keempat, Geralt menyebut Kaer Morhen sebagai rumahnya ketika berbicara kepada Iola. Dalam penuturan yang sama, ia mengingat mutasi dan eksperimen yang dijalaninya di sana. Tempat asalnya terhubung dengan pengalaman yang menyakitkan.

Geralt dapat menyebut Kaer Morhen rumah tanpa menganggap seluruh masa lalunya baik. Di sana ia dibentuk dan diajar, sebelum akhirnya meninggalkan benteng untuk menjalani hidup di jalan. Ingatannya tentang rumah mencakup pengalaman-pengalaman itu, dengan kelekatan yang tidak perlu disederhanakan menjadi kenyamanan.

Dalam Blood of Elves, Geralt juga menegaskan kepada Triss bahwa Kaer Morhen adalah rumah Ciri, setidaknya untuk sementara ketika ia tidak memiliki rumah lain. Bagi Geralt, latihan yang mereka berikan membantu Ciri menghadapi hidup sesudah kehilangan, sehingga tempat itu menjadi rumah melalui apa yang para penghuninya lakukan untuknya.

Dalam versi game, kematian Vesemir mengubah hubungan Eskel dengan benteng. Ia mengatakan tidak dapat membayangkan tempat itu tanpa Vesemir dan ingin mencari tempat lain untuk melewati musim dingin berikutnya. Keinginan untuk pergi memperlihatkan betapa besar kehadiran Vesemir menentukan arti pulang baginya. Bangunan dapat tetap berdiri ketika seseorang tidak lagi ingin kembali seperti dahulu.

Namun journal Eskel juga mencatat bahwa ia mengambil tanggung jawab menjaga benteng setelah Vesemir meninggal. Game tidak menjelaskan bagaimana tanggung jawab itu berjalan bersama keinginannya untuk pergi. Dukanya mengubah arti pulang, tetapi tidak cukup untuk memastikan bahwa ia meninggalkan Kaer Morhen selamanya.

Jika Letho hadir sebagai sekutu dan Geralt menawarinya tinggal sesudah pertempuran, Letho menerima untuk sementara, sampai ia mengetahui apa yang akan dilakukan berikutnya. Kesediaannya tinggal merupakan pilihan bersyarat yang tidak terjadi dalam setiap alur game.

Perbedaan sikap itu tidak menetapkan nasib Kaer Morhen untuk selamanya. Hubungan seseorang dengan tempat dapat berubah ketika orang yang membuatnya terasa seperti rumah telah tiada. Pada saat yang sama, tempat itu masih dapat menerima seseorang yang membutuhkan persinggahan.

Kaer Morhen tidak dapat mengembalikan Vesemir kepada Eskel. Namun dalam pilihan untuk tinggal, Letho masih dapat memperoleh sesuatu yang sederhana dari benteng itu: tempat berhenti sementara, sebelum menentukan ke mana ia akan pergi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama