Langsung ke konten

Pengungsi Perang di The Witcher 3: Perlindungan yang Dibangun di Jalan

Di Benek, sekelompok pengungsi belum mendapat kabar dari orang-orang yang berangkat bersama rombongan dagang menuju utara. Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, mereka meminta seorang witcher mencari anggota rombongan yang belum kembali, dengan harapan mengetahui apakah orang-orang itu masih hidup dan dapat dibawa keluar dari bahaya.

Kasus dalam Contract: Phantom of the Trade Route itu berlangsung di Velen, ketika perang antara Nilfgaard dan kerajaan-kerajaan Utara masih berjalan. Setelah mengungsi, orang tetap harus mencari penghasilan, bepergian, dan memperoleh bantuan. Jalan yang menjanjikan pekerjaan dapat membawa mereka ke ancaman lain, sementara orang yang mengajak mereka berangkat belum tentu bersedia melindungi mereka.

Pengungsian mengubah kepada siapa seseorang dapat bergantung. Penjaga menentukan apakah ia boleh menyeberang, pendamping membantu membawa anak-anak, dan sebuah kamp dapat mempertemukannya kembali dengan keluarga. Perlindungan dibangun lewat bantuan semacam ini, dengan jangkauan yang berbeda-beda. Pertolongan bagi satu orang atau rombongan dapat menyelamatkan mereka, tetapi juga meninggalkan orang lain tanpa perlindungan atau membuka bahaya baru bagi mereka.

Mencari Penghidupan selama Mengungsi

Menurut pemberi kontrak di Benek, tiga orang dari desa itu dipekerjakan sebagai pemandu rombongan dagang. Pekerjaan itu membutuhkan tenaga dan pengetahuan tentang jalan. Meski telah mengungsi, mereka masih dapat menawarkan kemampuan tersebut kepada orang yang hendak membawa barang melintasi Velen.

Kesaksian dua penyintas mengubah gambaran tentang pekerjaan itu. Menurut keduanya, para pedagang hendak memakai para pemandu sebagai umpan bagi monster agar orang dan barang milik rombongan tetap selamat. Dari kesaksian orang-orang yang ditinggalkan ini, persoalan dalam kontrak melampaui serangan seekor royal wyvern. Para pemandu menghadapi bahaya dari monster sekaligus keputusan pedagang yang, menurut mereka, mengorbankan keselamatan pekerjanya demi rombongan.

Para penyintas berlindung di gua, tetapi keberadaan monster masih menghalangi mereka keluar. Jurnal kontrak menggambarkan pengungsi yang berhasil menjauh dari satu ancaman hanya untuk menghadapi ancaman berikutnya. Gua memberi tempat bersembunyi tanpa menyediakan jalan keluar yang aman.

Kontrak Benek tidak memberi riwayat lengkap orang-orang tersebut. Namun, masih ada orang yang menyadari mereka belum kembali dan mencari bantuan. Pemberi kontrak menawarkan imbalan kepada witcher untuk menemukan anggota yang hilang dan menangani ancaman monster. Uang memungkinkan mereka memperoleh bantuan yang tidak dapat mereka berikan sendiri.

Pekerjaan berbayar hadir dalam kedua hubungan ini, tetapi ditujukan untuk kepentingan berbeda. Dalam kesaksian penyintas, pedagang yang memakai jasa para pemandu mengorbankan keselamatan mereka. Orang-orang di Benek justru menawarkan bayaran kepada witcher untuk mencari mereka dan mengatasi bahaya. Kepentingan ekonomi dapat menyertai pertolongan yang berguna. Sebaliknya, kesediaan mempekerjakan seseorang belum memastikan bahwa nyawanya akan dijaga.

Izin untuk Melanjutkan Perjalanan

Di penyeberangan Pontar, tentara Redania mengendalikan akses ke jalan yang menghubungkan kedua tepi sungai. Jurnal Thou Shalt Not Pass menyebut penjaga menolak Geralt melintas tanpa izin khusus dari komando tinggi. Mencapai tepi sungai belum berarti dapat melanjutkan perjalanan.

Tentara Redania berjaga di pangkal jembatan Pontar, dengan warga dan anak-anak di dekat mereka.
Tentara Redania menjaga penyeberangan Pontar. Jalur resmi untuk meninggalkan Velen berada di bawah pemeriksaan penjaga.

Pembatasan oleh Redania juga muncul dalam pertemuan yang dikenal sebagai A Warm Welcome, di jalan dekat Wheat Fields. Sekelompok pengungsi hendak meninggalkan Velen menuju Novigrad, tetapi tentara Redania menahan mereka. Keinginan menjauh dari perang belum cukup untuk membuat penjaga mengizinkan mereka lewat.

Geralt dapat membayar 100 crown agar penjaga mengizinkan kelompok itu lewat atau menggunakan Axii terhadap penjaga. Mengancam penjaga berujung pada perkelahian. Ia juga dapat pergi tanpa membantu mereka. Uang atau kemampuan Geralt dapat membuka jalan yang tertutup bagi kelompok itu, meski mereka sendiri belum tentu memiliki uang atau kemampuan serupa.

Perdagangan izin palsu dalam Fake Papers menawarkan cara lain untuk melewati penjagaan. Menurut jurnal quest, surat yang dibeli Geralt memberinya akses melintas sebagaimana surat asli. Penjual menawarkan harga lebih rendah jika Geralt membantu Albin Hart dalam Bitter Harvest dan Albin selamat dari serangan monster di medan pertempuran. Memperoleh dokumen dapat memerlukan uang maupun pekerjaan berbahaya. Namun, para pengais yang dibantu Geralt tidak diidentifikasi sebagai pengungsi. Pengalamannya memberi konteks tentang akses melintas, sedangkan kelompok dalam A Warm Welcome mengalami hambatan itu sebagai pengungsi.

Jika kelompok dalam A Warm Welcome berhasil melewati penjagaan, pertolongan Geralt menyelesaikan hambatan saat itu. Mereka masih membutuhkan bekal, angkutan, dan tempat tinggal di Novigrad. Izin lewat memungkinkan perjalanan diteruskan, tanpa menyediakan semua yang diperlukan untuk hidup setelah tiba.

Pendampingan dan Tempat Berlindung

Novel Baptism of Fire memberi pembanding dari Perang Utara Kedua, yang berlangsung sebelum perang di Velen dalam The Witcher 3. Zoltan Chivay, seorang dwarf, bersama rekan-rekannya mendampingi perempuan serta anak-anak dari Kernow. Menurut Zoltan, Kernow telah dibakar, lalu rombongan pengungsinya mengalami pembantaian dan tercerai-berai akibat serangan pasukan Nilfgaard. Ia menemukan para perempuan dan anak-anak yang selamat di hutan.

Bantuan mereka tampak pada cara perjalanan diatur. Anak-anak ditempatkan di kereta yang diperbaiki, rekan-rekan Zoltan bergantian menariknya, dan rombongan menyesuaikan kecepatan dengan orang yang berjalan lebih lambat. Percival Schuttenbach, seorang gnome di antara rekan dwarf Zoltan, mencari jalan serta membawa makanan untuk anak-anak.

Ilustrasi perempuan berjalan bersama dwarf yang menarik kereta berisi anak-anak, sementara seorang gnome membawa makanan di depan rombongan.
Ilustrasi konseptual berdasarkan Baptism of Fire. Pendampingan keluarga Kernow membutuhkan angkutan, makanan, dan kesediaan mengikuti laju orang yang berjalan lebih lambat.

Mendampingi mereka memerlukan tenaga dan kesediaan berjalan lebih lambat. Ketika muncul usulan menitipkan perempuan Kernow kepada kelompok pengungsi lain, Zoltan menolaknya. Milva, pemanah yang berjalan bersama Geralt, mendukung keputusan itu. Para perempuan pun tidak ingin meninggalkan rombongan, meski mereka masih takut dan menjaga jarak dengan para dwarf.

Zoltan juga membantu pengungsi dalam The Witcher, game pertama seri ini. Di tengah konflik Scoia'tael dan Order of the Flaming Rose di Vizima, keselamatan rombongan kembali bergantung pada pendampingan. Pada jalur yang mendukung Scoia'tael, Hope Burns Bright menampilkan Zoltan dan Geralt mengumpulkan dua kelompok pengungsi dari Old Vizima yang terbakar, lalu membawa mereka ke rumah sakit lapangan Shani. Rumah sakit menjadi tempat berlindung bagi warga yang meninggalkan jalanan berbahaya.

Tempat itu kemudian harus ditinggalkan. Anggota Order memasuki rumah sakit untuk membunuh anggota Scoia'tael yang terluka. Jika para pengungsi berhasil diselamatkan, jurnal menyatakan mereka telah dikeluarkan dari Vizima dan harus dibawa menuju gua di rawa. Gua itu diharapkan dapat melindungi mereka setelah rumah sakit tidak lagi aman.

Dalam evakuasi Old Vizima, tugas pendamping berlanjut setelah rombongan mencapai tempat berlindung. Mereka harus menilai kembali keadaan dan memindahkan pengungsi ketika ancaman berubah. Keberhasilan mengantar warga ke rumah sakit hanya menyelesaikan satu tahap perjalanan. Perlindungan perlu diusahakan lagi ketika tempat itu diserang.

Batas Pertolongan dan Kepentingan Kelompok

Dalam The Witcher 3, pertolongan dalam pertemuan yang dikenal sebagai At the Mercy of Strangers membawa akibat yang lebih sulit dinilai. John Verdun, mantan prajurit Temeria, ditemukan terikat di dekat drowner. Ia mengaku bepergian bersama pengungsi yang kemudian mengikat dan meninggalkannya setelah mengetahui bahwa ia seorang desertir. Geralt dapat mempertanyakan apakah status desertir saja cukup menjelaskan tindakan itu. Jika ditanya, John mengisyaratkan ada bagian lain dari ceritanya, tetapi tidak menjelaskannya. Kesaksian John belum cukup untuk memastikan alasan kelompok itu meninggalkannya.

Jika Geralt membebaskannya, John dapat ditemui lagi bersama bandit di bekas kamp pengungsi. Ia mengaku telah membalas dendam dengan membunuh kelompok yang meninggalkannya. Kamp itu kini dikuasai John serta rekan-rekannya. Geralt menyelamatkan seseorang yang kemudian memilih melakukan kekerasan terhadap orang lain. Tanggung jawab pembunuhan tetap berada pada John, sementara keputusan untuk membebaskannya dibuat tanpa mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.

Dalam cerita John, kelompok yang sama-sama membutuhkan perlindungan justru meninggalkan seseorang dalam keadaan mematikan. Ketidaklengkapan kesaksiannya membuat alasan tindakan mereka tetap sulit dinilai. Kebutuhan akan perlindungan tidak dengan sendirinya membuat orang saling percaya, dan menolong satu orang belum memastikan keselamatan orang lain.

Persoalan batas kelompok juga muncul dalam Baptism of Fire. Ketika persediaan rombongan Zoltan habis, dua rekannya pergi pada malam hari dan kembali membawa makanan serta pakan. Geralt menduga asal persediaan itu, lalu bertanya kepada Zoltan tentang mengambil bekal dari pengungsi lain yang sama-sama lapar.

Persoalan itu disampaikan melalui dugaan Geralt dan jawaban Zoltan. Novel tidak menampilkan adegan perampasan yang disaksikan langsung. Zoltan membenarkan kebaikan kepada diri sendiri dan orang-orang terdekat. Perempuan serta anak-anak yang ia dampingi membutuhkan makanan, tetapi orang di luar rombongan juga harus bertahan. Asal bekal itu menyisakan pertanyaan tentang apakah keselamatan kelompok sendiri diusahakan dengan merugikan pengungsi lain.

Pengungsi juga dapat membentuk kelompok yang memiliki kekuatan politik. Dalam Blood of Elves, para penguasa Utara membicarakan emigran dan pengungsi yang berkumpul di Brugge di bawah marshal Vissegerd sesudah jatuhnya Cintra. Foltest menggambarkan bagian kelompok yang bersenjata sebagai kekuatan untuk merebut kembali negeri mereka.

Harapan pulang memberi kelompok Cintra tujuan bersama, sementara para penguasa melihat manfaat militernya. Meve mengingatkan bahwa Vissegerd memerlukan kepastian dukungan pasukan. Ia juga mempertanyakan rencana yang akan memakai perjuangan pengungsi demi kepentingan Foltest. Percakapan tersebut menunjukkan bahwa bantuan masih harus dinegosiasikan. Rencana para penguasa belum dapat dianggap terlaksana, dan bagian kelompok yang bersenjata tidak mewakili seluruh pengungsi.

Orang-orang yang kehilangan tanah asal masih dapat mengatur diri dan mengajukan kepentingan mereka. Namun, dukungan pihak yang lebih kuat dapat diarahkan pada tujuan yang berbeda dari tujuan orang yang dibantu. Kelompok Cintra memiliki kemampuan bertindak sekaligus kebutuhan akan bantuan yang dapat dimanfaatkan oleh penguasa.

Menemukan Tempat untuk Hidup Kembali

Di Spitfire Bluff, sebelah barat laut Midcopse, The Witcher 3 memiliki lokasi bernama Refugees' Camp. Kamp ini berbeda dari kerumunan pengungsi di sekitar penyeberangan Pontar. Tenda-tenda mengelilingi patung besar bersayap, membentuk sebuah tempat berkumpul di tengah kawasan hutan.

Penghuni dan tenda di Refugees' Camp, dengan patung besar bersayap di sisi kanan.
Tenda dan penghuni mengelilingi patung bersayap di Refugees' Camp. Deskripsi lokasi menghubungkan patung itu dengan kepercayaan kepada dewa lama pada masa perang dan kelaparan.

Deskripsi petanya menyebut komunitas yang mendirikan patung itu, lalu menghubungkannya dengan orang-orang yang berpaling kepada dewa lama dan kultus kuno pada masa perang serta kelaparan. Kamp menyediakan ruang bagi kepercayaan, selain tempat untuk tidur. Deskripsi itu tidak menjelaskan identitas dewa, dan keberadaan patung tidak memastikan adanya perlindungan supernatural.

Kamp tersebut dapat ditemui sebagai lokasi terbengkalai yang dikuasai bandit. Jika Geralt membersihkannya, kamp dapat dihuni lagi dan seorang herbalist hadir untuk berdagang. Setelah bandit disingkirkan, orang-orang dan kegiatan sehari-hari kembali mengisi tempat itu.

Seorang herbalist berdiri di samping gerobak dan rak barang di Refugees' Camp.
Herbalist hadir untuk berdagang setelah Refugees' Camp dihuni kembali. Pemulihan lokasi memungkinkan kegiatan sehari-hari berlangsung lagi.

Game tidak memperlihatkan riwayat lengkap keluarga yang datang atau memastikan kamp akan aman sampai perang berakhir. Namun, perubahan setempat ini tetap berarti bagi penghuninya. Mereka memperoleh tempat untuk tinggal berdekatan dan layanan yang tidak tersedia ketika bandit menguasai kamp.

Di kamp tepi Chotla dalam Baptism of Fire, dua perempuan dari Kernow menemukan suami dan saudara yang sebelumnya dikira tewas atau hilang. Pendampingan rombongan Zoltan membawa mereka ke tempat yang memungkinkan keluarga bertemu kembali. Mereka berpisah dengan para pendamping setelah pertemuan itu.

Pertemuan keluarga itu berlangsung di kamp yang tetap menyulitkan penghuninya memperoleh bekal. Akses ke air untuk kuda dijaga dan dikenai biaya, sedangkan makanan serta pakan dijual mahal. Menemukan keluarga belum menyelesaikan kebutuhan untuk menjalani hari berikutnya.

Harapan untuk hidup kembali juga tersimpan dalam Letter from Toben. Jika John Verdun sebelumnya dibebaskan, surat itu dapat ditemukan di kamp yang kemudian dikuasainya bersama para bandit. Toben menulis kepada ibunya tentang perjalanan menuju kota. Ia berencana mencari pekerjaan, menabung, dan mengirim uang kepada orang tuanya. Ia juga ingin memanggil Yolanda agar mereka dapat menikah. Surat itu tidak memastikan rencana tersebut terlaksana. Di kamp yang telah dirampas, rencana Toben membuat kekerasan di sana terasa sebagai hilangnya kesempatan seseorang untuk membangun kehidupan berikutnya.

Kamp yang dihuni kembali memberi tempat bagi kehidupan sehari-hari untuk berlanjut. Namun, perjalanan pengungsi masih memerlukan orang yang membuka jalan, menjaga rombongan, dan membantu mereka memperoleh tempat tinggal. Perlindungan semacam itu memungkinkan mereka bekerja, bertemu keluarga, dan merencanakan hari-hari yang tidak lagi seluruhnya diatur oleh kebutuhan melarikan diri.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama