Langsung ke konten

Crookback Bog di The Witcher 3: Rawa, Warga, dan Batas Perlindungan

Di tepi Crookback Bog, Leslav membutuhkan bantuan untuk para penggali gambut. Mereka tetap bekerja di rawa meski sesuatu di balik kabut menyerang orang-orangnya. Pengumuman kontrak itu membuka sisi tempat yang mudah terlewat ketika Crookback Bog hanya diingat sebagai kediaman tiga Crones: ada warga yang datang untuk mencari nafkah, bukan untuk menemui para Ladies.

Lebih jauh ke dalam rawa, sebuah petunjuk meminta orang dewasa mengantar anak ke tempat pemujaan, lalu melepasnya mengikuti jalur manisan. Di sisi lain, warga Downwarren berharap bahaya di dekat desa mereka dapat disingkirkan. Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, kebutuhan-kebutuhan itu bertemu di wilayah yang sama, tetapi tidak menghasilkan keamanan yang sama. Pekerjaan, jalur anak-anak, dan permintaan sebuah desa memperlihatkan tatanan setempat: para Crones dapat menanggapi kebutuhan warga, tetapi perlindungan satu pihak membahayakan pihak lain.

Pekerjaan di Tepi Rawa

Kontrak Leslav dalam Swamp Thing berawal dari pekerjaan yang terganggu. Para penggali gambut tidak sedang menjelajahi reruntuhan demi harta atau mencari ritual tersembunyi. Mereka bekerja, lalu meminta bantuan setelah sosok yang sukar dilihat muncul dari kabut. Sebuah pos penggalian di sisi barat laut rawa memberi pekerjaan itu tempat yang jelas. Crookback Bog berbahaya, tetapi sebagian orang tetap perlu masuk ke sana.

Pos kerja gambut di tepi air Crookback Bog.
Peat Post menempatkan pekerjaan Leslav di tepi rawa yang berbahaya.

Kontrak tersebut hanya menunjukkan satu kelompok pekerja di satu bagian rawa. Kita tidak tahu darinya berapa banyak keluarga yang hidup dari gambut, apalagi apakah Leslav dan para pekerjanya berurusan dengan Crones. Justru batas itu penting. Rawa tidak perlu menjadi pusat ekonomi seluruh Velen untuk punya kegunaan sehari-hari. Di tengah wilayah yang dilanda perang dan kemiskinan, orang masih mengurus pekerjaan setempat meski ancaman makhluk di sekitar mereka nyata.

The Witcher pertama pernah memperlihatkan hubungan serupa di rawa luar Vizima. Para pembuat bata yang terkait dengan Vaska mengambil tanah liat dari galian yang diganggu drowner, sementara kepercayaan kepada Water Lords juga hidup di kawasan itu. Perbandingannya berhenti pada cara wilayah basah dipakai sekaligus ditakuti dan dihormati. Tidak ada alasan menyamakan Water Lords dengan Crones atau menganggap kedua rawa mempunyai sejarah yang sama. Di Crookback Bog, hubungan antara pekerjaan dan kekuasaan para Ladies harus dicari dari tempat dan orang yang benar-benar ditunjukkan game.

Jalur Manisan Menuju Anak-Anak

Sebuah buku di The Witcher 3, The Ladies of the Wood, memberi petunjuk kepada orang yang hendak memohon pertolongan. Pemohon diminta membawa seorang anak ke tempat pemujaan di Crookback Bog, lalu melepasnya mengikuti Trail of Treats. Orang dewasa tetap di tempat pemujaan untuk menyampaikan permintaannya. Buku itu menjanjikan bahwa anak tersebut tidak akan kekurangan apa pun. Ini bukan petunjuk jalan biasa. Orang dewasa mengucapkan permohonan, sementara anaklah yang harus melanjutkan perjalanan.

Arca kayu berhias manisan di awal jalan menuju Crookback Bog.
Di pangkal Trail of Treats, petunjuk dalam buku meminta pemohon melepas anak dan menyampaikan permintaannya di tempat pemujaan.

Jejak manisan tersebut mempunyai wujud di rawa. Dari tempat pemujaan, jalur itu mengantar ke permukiman tempat sejumlah anak tinggal bersama seorang perempuan yang mereka panggil Gran. Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya menyebut nama para Ladies dari jauh. Ia mengatur perpisahan di pangkal jalan: pemohon menyampaikan harapannya tanpa ikut menyaksikan apa yang akan ditemui anak di ujung jalur.

Namun janji dalam buku tidak dapat dibaca sebagai laporan jujur tentang nasib setiap anak. Kita juga tidak melihat asal-usul masing-masing penghuni permukiman itu, sehingga tidak tepat menganggap kelimanya pasti pernah dibawa melalui Trail of Treats oleh orang dewasa yang memohon. Yang dapat diamati lebih sempit dan lebih kuat: ada teks yang mengarahkan orang membawa anak, ada jalan yang dapat diikuti anak itu, dan ada tempat tinggal anak-anak di ujung perjalanan. Rute tersebut menghubungkan harapan orang dewasa dengan wilayah para Crones, tetapi memisahkan pemohon dari anak yang dijadikan syarat permohonannya.

Pengasuhan Anak-Anak di Rumah Gran

Di permukiman tersebut, lima anak makan, bermain, dan berada dalam pengasuhan Gran. Anna, perempuan yang mereka panggil Gran, ditugasi menjaga dan menggemukkan mereka untuk dimakan para Crones. Anak-anak mendapat atap dan makanan sambil disiapkan menjadi santapan. Itulah ancaman di balik janji buku, meski asal-usul kelima penghuni itu tetap tidak diketahui.

Gran berdiri bersama anak-anak di permukiman Crookback Bog.
Anak-anak tinggal dalam pengasuhan Gran di ujung jalur menuju rawa.

Gran adalah Anna Strenger, tetapi kisah keluarganya tidak diperlukan untuk menjadikan tempat ini penting. Di rumahnya, ia juga menjadi penghubung dengan para Crones. Ketika mereka hendak berbicara, gambar pada permadani dan tubuh Gran menjadi sarana bagi suara mereka. Kekuasaan para Ladies hadir di permukiman anak tanpa mengharuskan ketiganya selalu muncul di hadapan setiap pendatang.

Johnny, godling yang tinggal di sekitar rawa dan dikenal anak-anak, memperlihatkan bahwa kawasan ini juga dihuni pihak lain. Geralt telah bertemu Gran ketika mencari Johnny. Bantuan Johnny kemudian membuat Gran bersedia mengantar Geralt berhubungan dengan para Ladies. Kehadirannya mengingatkan bahwa pengaruh para Ladies tidak sama dengan penguasaan mutlak atas setiap makhluk dan setiap sudut Crookback Bog. Anak-anak mempunyai hubungan nyata dengan pengasuh dan penghuni rawa di sekitar mereka. Justru karena permukiman itu terasa hidup, ancaman terhadap mereka tidak bisa diringkas sebagai hiasan seram di sarang monster.

Permintaan dari Downwarren

Urusan Crookback Bog melampaui rumah Gran. Sebuah belati yang diteruskan dari sana mengantar pendatang kepada tetua Downwarren. Desa itu menghadapi bahaya yang menurut sang tetua berasal dari kawasan Whispering Hillock. Ia meminta persoalan tersebut diselesaikan atas perintah para Crones. Belati dari Gran menandai bahwa Geralt datang membawa perintah para Ladies. Orang Downwarren tidak harus tinggal di tengah rawa untuk terikat pada kekuatan yang berpengaruh di dalamnya.

Setelah urusan di bukit selesai, tetua memotong telinganya sendiri dengan belati itu. Geralt membawa telinga tersebut kembali kepada para Ladies, dan Whispess mengambilnya. Menurut entri jurnal Whispess, ia menggantung telinga manusia di pepohonan dan memakainya untuk mendengar apa yang terjadi di rawa. Bagi Downwarren, permintaan akan keamanan dibayar dengan bagian tubuh tetuanya. Persembahan tersebut juga memberi Whispess alat untuk mengawasi wilayah tempat warga meminta pertolongan.

Tetua Downwarren takut pada serangan di sekitar bukit. Entri jurnal tentang roh mencatat bahwa binatang yang dikendalikannya telah membunuh warga desa. Roh itu sendiri mengakui adanya korban dan menyebut mereka terkena amarah alam yang tidak memilih sasaran. Jadi, desa menghadapi ancaman nyata, meski penjelasan roh belum membenarkan kematian tersebut. Bantuan para Ladies punya nilai langsung bagi Downwarren. Bagi anak-anak di permukiman Gran, kekuatan yang sama merupakan ancaman.

Di sinilah hubungan antartempat itu menjadi persoalan, bukan sekadar penanda pada peta. Pekerja gambut membutuhkan rawa untuk bekerja, pemohon datang ke pangkal Trail of Treats bersama anak, dan Downwarren meminta perlindungan dari ancaman di dekatnya. Hanya hubungan Downwarren yang memperlihatkan pembayaran telinga dan pengawasan Whispess. Tidak ada bukti bahwa pekerja Leslav terikat pada tata cara yang sama. Jalan, perantara, permintaan, dan pembayaran tersebut memperlihatkan cara kebutuhan yang berbeda masuk ke dalam jangkauan kuasa para Ladies.

Peta Crookback Bog bertanda Peat Post, awal Trail of Treats, permukiman anak, Downwarren, dan Ancient Oak.
Lima lokasi yang dibahas dalam artikel, ditandai pada peta game.

Whispering Hillock dan Harga Perlindungan

Di bawah pohon tua Whispering Hillock, sebuah roh yang terkurung menyatakan bahwa ia dapat menyelamatkan anak-anak jika dibebaskan. Tawaran itu mengguncang cara Downwarren melihat bahaya. Sosok yang diminta untuk dilenyapkan oleh desa justru mengaku bisa menolong penghuni paling rentan di permukiman rawa. Klaim roh bukan jaminan bahwa ia tidak akan melukai orang lain. Permintaannya harus dibaca bersama akibat dari tindakan yang membebaskannya.

Ancient Oak menjulang di kawasan Whispering Hillock.
Ancient Oak menandai kawasan yang menjadi sumber perselisihan Downwarren dan roh di bawah bukit.

Ada dua kisah tentang penghuni pohon itu. Buku dalam game, She Who Knows, bercerita tentang seorang ibu yang menciptakan tiga putrinya dari tanah dan air. Menurut buku tersebut, sang ibu kemudian menjadi gila. Ketiga putrinya membunuhnya, lalu mengurung rohnya di bawah Whispering Hillock. Dalam kisah itu, tindakan para putri tampak sebagai cara menyelamatkan wilayah mereka. Roh yang meminta Geralt membebaskannya menawarkan versi lain: ia mengaku pernah menjadi seorang druidess penjaga hutan Velen yang dibunuh dan dipenjara oleh para Crones. Buku memberi alasan bagi tindakan para putri, sementara roh menempatkan dirinya sebagai korban. Game tidak menyediakan saksi netral yang memastikan asal-usulnya. Akibat pilihan di bukit tetap dapat dinilai tanpa memutuskan versi masa lampau mana yang benar.

Dalam urutan peristiwa yang biasa, membunuh roh membuat Downwarren terhindar dari serangannya. Anak-anak di permukiman Gran tidak dibebaskan dari para Crones, sedangkan Anna tetap hidup dalam keadaan mental yang hancur dan dibawa Baron untuk mencari pengobatan. Hasil itu memenuhi kebutuhan keamanan desa, tetapi tidak bisa disebut penyelamatan seluruh penghuni rawa. Bila roh dibebaskan, anak-anak luput dari Crones. Jejak mereka dapat ditemukan lebih jauh dari rawa melalui daftar penerimaan tempat penampungan Miss Marabella di Novigrad pada cabang ini. Downwarren, sebaliknya, dihancurkan oleh roh yang dibebaskan. Para Crones mengutuk Anna menjadi water hag. Ia meninggal sesudah kutukannya dilepaskan.

Bagan dua kolom membandingkan nasib anak-anak, Downwarren, dan Anna ketika roh dibunuh atau dibebaskan.
Pada urutan quest biasa, keselamatan anak-anak, desa, dan Anna berubah menurut hasil di Whispering Hillock.

Kedua hasil itu bergantung pada pilihan dalam game, bukan dua kejadian yang berlangsung bersamaan. Tidak ada satu akhir yang boleh diperlakukan sebagai sejarah tunggal Crookback Bog. Namun perbedaan hasilnya memperjelas hubungan antartempat yang sudah ada sebelum pilihan dibuat. Permintaan desa dan keselamatan anak-anak tidak dapat dipenuhi sekaligus melalui kuasa yang sama. Saat roh dilepas, risiko berpindah ke Downwarren dan Anna. Saat roh dimusnahkan, desa bertahan tetapi anak-anak tetap berada dalam jangkauan para Crones.

Pengumuman Leslav, jejak manisan, rumah Gran, dan permintaan Downwarren memperlihatkan rawa yang terus dimasuki serta dipakai orang. Belati yang dibawa ke desa lalu dipakai untuk memotong telinga menunjukkan bagaimana para Crones menagih pembayaran setelah urusan di bukit selesai. Pilihan atas roh menentukan apakah anak-anak luput dari mereka atau Downwarren terhindar dari penghancuran. Crookback Bog tetap menyediakan pekerjaan dan jalan meminta pertolongan, tetapi orang yang bergantung pada rawa dan para Ladies menanggung risiko yang berlainan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama