Setelah pertempuran di Kaer Morhen, Geralt dan sekutunya tahu bahwa kekuatan mereka belum cukup untuk menghadapi Wild Hunt sekali lagi. Yennefer mengusulkan bantuan para penyihir yang dahulu tergabung dalam Lodge of Sorceresses. Usul itu masuk akal dari sisi militer, tetapi secara politik tidak sederhana. Kelompok yang hendak mereka himpun pernah memengaruhi kerajaan, diguncang agenda para pemimpinnya, lalu menjadi sasaran perburuan.
Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, Lodge dapat berkumpul kembali dan membantu perang. Namun, keberhasilan itu belum menyelesaikan persoalan yang menentukan masa depannya. Para penyihir tersebut membutuhkan perlindungan penguasa, berbeda pendapat mengenai kepemimpinan, dan kembali mendekati Ciri tanpa kepastian bahwa ia ingin bergabung. Kisah Lodge dalam game ketiga bergerak di antara kebutuhan bersama untuk bertahan dan ambisi membangun kembali pengaruh politik.
Mengapa Lodge Dibentuk
Setelah kudeta di Thanedd, Brotherhood of Sorcerers beserta Chapter dan Council of Mages runtuh. Para mage kehilangan wadah untuk berunding dan mempertahankan kedudukan di hadapan penguasa. Philippa Eilhart kemudian membentuk Lodge sebagai organisasi rahasia penyihir perempuan lintas kerajaan. Keanggotaan awalnya bahkan mencakup Assire var Anahid dari Nilfgaard; Fringilla Vigo menyusul kemudian. Sejak awal, upaya melindungi sihir berjalan beriringan dengan hasrat menentukan arah politik kerajaan tanpa dibatasi kesetiaan kepada satu takhta.
Perbedaan antara dua tujuan itu penting. Menjaga keselamatan para mage bisa berarti melindungi mereka dari persekusi. Bagi Philippa, tujuan tersebut juga membuka jalan untuk membentuk pemerintahan yang mau mendengarkan, bahkan bergantung pada Lodge. Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, Triss Merigold mengatakan bahwa Philippa dan Síle merancang negara kuat yang dapat mereka kendalikan. Itu adalah ambisi politik, bukan sekadar perkumpulan untuk berbagi pengetahuan sihir.
Ciri sudah masuk dalam perhitungan Lodge sejak organisasi itu dibentuk. Dalam novel Baptism of Fire, Philippa mengusulkan agar seorang perempuan berdarah bangsawan dengan kemampuan sihir luar biasa ditempatkan dalam dinasti Kovir. Ciri adalah orang yang ia maksud.
Dalam The Lady of the Lake, Lodge akhirnya menyampaikan rencana itu langsung kepada Ciri. Ia hendak dibawa ke Kovir dan menjadi kekasih Tankred Thyssen agar melahirkan anaknya. Lodge berharap hubungan dan keturunan itu dapat memperluas pengaruh politiknya, tetapi pernikahan atau kedudukan sebagai ratu tidak dijamin. Ketika Philippa kembali menawarkan tempat di Lodge dalam The Witcher 3, Ciri memiliki alasan untuk mencurigai upaya mereka mengatur tubuh dan masa depannya demi agenda organisasi.
Bagaimana Lodge Memainkan Politik dalam The Witcher 2
The Witcher 2 memperlihatkan cara pengaruh Lodge bekerja ketika organisasi itu masih mempunyai akses ke lingkaran penguasa. Dalam percakapan dengan Triss, Philippa membicarakan kemungkinan menempatkan Síle de Tansarville di dekat Henselt melalui pengobatan yang dibutuhkan sang raja. Di Aedirn, Philippa mendekati gerakan Saskia dan mempertimbangkan siapa yang sebaiknya memegang kekuasaan setelah perang. Kedudukan penasihat, akses kepada raja, dan dukungan terhadap penguasa baru menjadi alat untuk melindungi kepentingan Lodge sekaligus memperluas pengaruhnya.
![]() |
| Percakapan melalui megascope memperlihatkan Philippa dan Triss membahas langkah politik para penyihir. |
Ambisi tersebut mempunyai akibat yang jauh lebih gelap di Pontar. Triss menjelaskan bahwa Philippa dan Síle mengincar sebuah negara yang dapat mereka pengaruhi, dan mereka melihat kematian Raja Demavend sebagai bagian dari rencana itu. Letho kemudian mengaku bahwa Síle memintanya membunuh Demavend dan membantu mempersiapkan pembunuhan tersebut. Namun, Letho juga menjalankan misi Nilfgaard untuk membunuh para penguasa lain dan menimpakan kesalahan kepada para anggota Lodge. Menyebut seluruh pembunuhan raja sebagai satu operasi Lodge akan menghapus perbedaan penting itu.
Triss sendiri memberi alasan lain untuk berhati-hati ketika menyebut tindakan Lodge. Ia mengaku sebagai anggota, tetapi mengatakan bahwa Philippa dan Síle mendominasi organisasi dan berhenti mengundangnya ke pertemuan. Triss menyatakan ia mencurigai rencana mereka, lalu mencari cara membuktikannya. Kesaksiannya menunjukkan bahwa nama sebuah institusi dapat dipakai untuk menjalankan agenda para pemimpinnya meskipun anggota lain tidak mengetahui seluruh keputusan.
Kerusakan akibat peristiwa di Loc Muinne ikut menjelaskan keadaan Lodge saat The Witcher 3 dimulai. Para mage kehilangan perlindungan, sementara tuduhan keterlibatan dalam pembunuhan raja memberi lawan-lawan mereka alasan untuk bertindak. Ancaman dari Nilfgaard dan para penguasa Utara membuat strategi politik yang dahulu diandalkan Lodge semakin sulit dijalankan secara terbuka.
Lodge yang Tercerai-Berai dalam The Witcher 3
Pada masa The Witcher 3, Philippa tidak lagi berada di istana sebagai penasihat yang berpengaruh. Setelah Radovid menyuruh algojonya membutakannya, Philippa hidup dalam persembunyian. Margarita Laux-Antille ditahan di penjara Deireadh di Oxenfurt; jika Síle selamat dari sabotase megascope di akhir The Witcher 2, ia ditemukan di sana dalam keadaan sekarat dan meminta kematian yang bermartabat. Fringilla Vigo berada dalam kekuasaan Emhyr, sedangkan Triss membantu para mage yang diburu di Novigrad. Mereka masih memiliki kemampuan sihir yang besar, tetapi kemampuan perseorangan itu tidak memberi mereka kebebasan untuk bertemu dan menentukan kebijakan bersama.
![]() |
| Setelah dibutakan dan diburu, Philippa mencurigai maksud Geralt ketika ia datang meminta bantuan. |
Kondisi itu terlihat jelas setelah pertempuran di Kaer Morhen. Geralt menganggap sebagian anggota Lodge telah mati dan sisanya bersembunyi. Yennefer menyebut Philippa, Margarita, dan Fringilla sebagai orang yang mungkin masih dapat diajak membantu. Triss juga mencoba menghubungi Francesca Findabair dan Ida Emean, tetapi keduanya tidak bergabung: Ida menolak, sedangkan Francesca tidak bersedia meninggalkan wilayahnya selama perang berlangsung.
Keira Metz juga tidak otomatis termasuk kelompok yang dihimpun menjelang pertempuran terakhir. Jika Geralt berhasil mengajaknya membantu di Kaer Morhen, setelah pertempuran ia berencana pergi bersama Lambert; pada pilihan lain, nasibnya bisa berbeda. Nama-nama yang pernah tergabung dalam Lodge karena itu tidak dapat dibaca sebagai daftar anggota yang benar-benar berkumpul kembali. Ada yang membantu, ada yang harus dibebaskan lebih dahulu, dan ada pula yang menolak datang.
Menghimpun Kembali para Penyihir untuk Menghadapi Wild Hunt
Yennefer mencari mereka karena kebutuhan yang mendesak. Kemampuan sihir para penyihir berpengalaman diperlukan untuk menghadapi Wild Hunt dalam pertempuran terbuka. Geralt mengetahui risiko mendekatkan Lodge kepada Ciri, tetapi pertempuran sebelumnya menunjukkan betapa kecil peluang mereka jika kembali bertarung dengan kekuatan yang sama.
Yennefer datang dengan tawaran yang dapat mengatasi sebagian hambatan itu. Menurutnya, ia telah mencapai kesepakatan dengan Emhyr. Bila Lodge membantu, para anggotanya akan memperoleh amnesti dan suaka di Nilfgaard. Perjanjian ini memberi alasan konkret bagi para penyihir yang diburu untuk bekerja sama. Pada saat yang sama, kebutuhan akan jaminan dari seorang kaisar memperlihatkan betapa berbeda kedudukan mereka dari masa ketika Lodge berusaha mengarahkan kebijakan para raja dari dekat.
Upaya menghimpun mereka membutuhkan tindakan nyata. Geralt dan Triss mencari Philippa, sedangkan Geralt dan Yennefer berusaha mengeluarkan Margarita dari penjara. Di Skellige, Emhyr akhirnya menyerahkan Fringilla setelah diingatkan mengenai kesepakatannya dengan Yennefer. Ia menyatakan akan menepati perjanjian, tetapi tidak memberi Geralt jawaban yang tegas ketika ditanya apakah ia sungguh bersedia memaafkan para anggota Lodge. Bantuan memang diperoleh, tetapi masih ada jarak antara janji perlindungan dan jaminan keselamatan yang nyata.
![]() |
| Setelah Geralt mengingatkan Emhyr pada kesepakatannya dengan Yennefer, Fringilla dibawa menemui Geralt. |
Jurnal Final Preparations menyebut bahwa para sekutu berhasil menghimpun kembali Lodge. Pernyataan itu patut diterima sebagai bagian dari cerita game. Mereka memang dapat bertindak bersama untuk menghadapi Wild Hunt. Pertanyaan berikutnya adalah apakah kerja sama dalam satu pertempuran juga menyatukan kembali tujuan politik para anggotanya.
Ciri dan Pertanyaan tentang Siapa yang Memimpin
Pertanyaan itu menjadi tajam saat Philippa dan Margarita meminta bicara dengan Ciri. Pada cabang cerita ketika Geralt menemaninya masuk, Philippa mengatakan bahwa mereka berniat menghidupkan kembali Lodge dan memperbarui tawaran agar Ciri bergabung. Ciri mengingat rencana lama yang hendak memakai hubungan dan keturunannya untuk proyek politik Lodge di Kovir. Margarita mengakui bahwa mereka dahulu salah menilai keadaan, lalu mengatakan bahwa kali ini Ciri akan menjadi mitra.
Tawaran tersebut terdengar berbeda, tetapi tidak menghapus persoalan kekuasaan. Geralt mempertanyakan apakah para anggota Lodge pernah benar-benar berkedudukan setara. Philippa menjawab dengan menjanjikan peran tertinggi bagi Ciri, sementara keduanya menawarkan pengetahuan dan perlindungan agar ia dapat mengendalikan kemampuannya. Mereka juga meragukan Avallac'h, yang selama ini membimbing Ciri. Tawaran itu juga dapat dibaca sebagai upaya Philippa dan Margarita memperbesar pengaruh mereka atas pilihan Ciri tentang siapa yang akan membimbingnya.
![]() |
| Margarita dan Philippa menawarkan tempat kepada Ciri dalam Lodge yang hendak mereka hidupkan kembali. |
Ciri tidak menyatakan persetujuan dalam percakapan tersebut. Margarita sendiri mengatakan bahwa ia tidak perlu menjawab saat itu juga. Bila Geralt membiarkannya menemui kedua penyihir sendirian, isi pembicaraan di dalam ruangan tidak diperlihatkan secara lengkap kepada pemain. Karena itu, sikap Ciri tidak dapat diringkas sebagai keputusan resmi untuk menjadi anggota Lodge. Yang tampak jelas adalah perubahan posisi tawar. Ia dapat menghadapi tawaran mereka sebagai orang yang memiliki pendapat dan pilihan sendiri.
Rencana Philippa setelah Perang
Kerja sama melawan Wild Hunt tidak menghapus persaingan di antara para penyihir. Dalam percakapannya dengan Margarita, Philippa menyinggung upaya menghidupkan kembali Lodge. Ia mengatakan Yennefer tidak pernah menjadi anggota dan mempertanyakan apakah Triss akan ikut. Ketika Geralt menanyakan kemungkinan bergabung kepada Triss, Triss menjawab bahwa ia mempunyai rencana lain. Orang-orang yang bekerja untuk tujuan perang yang sama belum tentu ingin berada di bawah kepemimpinan yang sama setelah perang berakhir.
Philippa jauh lebih terbuka ketika membantu Geralt menemukan Sunstone. Ia menilai bahwa pengaruh Yennefer di istana Nilfgaard akan merosot setelah Wild Hunt dikalahkan. Philippa ingin memiliki suara penentu bila Lodge dibangun kembali. Dalam salah satu pilihan percakapan, ia juga menyatakan niat menggantikan posisi Yennefer di sisi Emhyr dan Ciri. Pernyataan ini menunjukkan arah yang dikejarnya, tetapi bukan bukti bahwa Emhyr akan menerimanya atau Ciri menghendaki kedekatan itu.
![]() |
| Setelah membantu menemukan Sunstone, Philippa mengungkap rencananya bagi masa depan Lodge. |
Ada ironi dalam perhitungan tersebut. Kesepakatan Yennefer dengan Emhyr membantu para penyihir memperoleh perlindungan dan kesempatan bertarung. Philippa melihat hubungan yang sama sebagai jalan menuju pengaruh baru, sekaligus menganggap Yennefer pesaing yang sebaiknya menjauh. Di sini, pemulihan Lodge menjadi lebih dari soal bertahan hidup. Masa depan organisasi itu terkait dengan siapa yang berhak berbicara atas namanya dan siapa yang akan memperoleh akses kepada penguasa.
Sejauh Mana Lodge Benar-Benar Pulih
The Witcher 3 tidak menampilkan Lodge sebagai organisasi yang telah kehilangan semua kemampuannya. Sejumlah anggota lama Lodge berhasil dihimpun dan berperan dalam persiapan menghadapi Wild Hunt. Philippa dan Margarita bahkan berani mengajukan keanggotaan kepada Ciri. Mengabaikan tindakan tersebut akan membuat kebangkitan Lodge tampak sekadar angan-angan.
Namun, game juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang belum teratasi. Perlindungan mereka bergantung pada kesepakatan dengan Emhyr, Triss tidak otomatis kembali, Philippa masih memperebutkan suara penentu, dan Ciri belum menerima tawaran bergabung. Para anggota dapat berkumpul menghadapi satu ancaman besar tanpa lebih dulu menyepakati bentuk kekuasaan yang akan mereka bangun sesudahnya.
Philippa ingin menentukan arah Lodge, tetapi game belum menunjukkan bahwa ia berhasil memimpinnya setelah perang. Para penyihir telah bertindak bersama menghadapi Wild Hunt. Apakah mereka kemudian dapat membangun organisasi politik yang mandiri, dan siapa yang akan menentukan arahnya, masih belum terjawab.




