Langsung ke konten

Elder Blood di The Witcher 3: Asal Kekuatan Ciri dan Alasan Ia Diburu

Wild Hunt sudah bisa berpindah dari satu dunia ke dunia lain. Caranthir, navigator mereka, membuka jalan bagi para penunggangnya. Lalu mengapa Eredin masih memburu Ciri? Jurnal Eredin dalam The Witcher 3: Wild Hunt menyebut bahwa kekuatan Ciri dapat membuka gerbang untuk invasi berskala penuh. Hunt sudah bisa mengirim penunggang melintasi dunia, tetapi Eredin mengincar jalan bagi pasukannya.

Ciri mewarisi garis Lara Dorren yang terkait dengan perjalanan melintasi ruang dan dunia. Eredin ingin memanfaatkan kekuatannya untuk menaklukkan dunia Geralt. Avallac'h mempelajari garis itu sambil melindungi Ciri dari Wild Hunt. Emhyr, ayahnya, membawa kepentingan keluarga dan kekaisaran yang berbeda antara novel dan game. Ketika ramalan Ithlinne ikut dipakai untuk membenarkan rencana mereka, persoalan Elder Blood juga menyangkut siapa yang merasa berhak menentukan hidup Ciri.

Ciri berdiri di hadapan Geralt di pulau yang diselimuti kabut.
Ciri berdiri di hadapan Geralt di pulau yang diselimuti kabut.

Apa Itu Elder Blood?

Elder Blood, atau Hen Ichaer, adalah warisan yang ditelusuri ke Lara Dorren, seorang elf dengan bakat luar biasa. Buku Travel Between Worlds dalam game menyebut "gen Lara Dorren" untuk menjelaskan kemampuan keturunannya melampaui ruang, waktu, dan dunia. Novel menawarkan model pewarisan yang lebih rinci melalui pembahasan para penyihir, meski model dalam cerita itu tidak berarti cara kerja biologisnya telah teruji seperti ilmu genetika.

Buku lain dalam game, The Elder Blood, memperlihatkan bahwa orang tidak sepakat bagaimana menilai warisan itu. Sebagian menganggapnya kutukan, sebagian lain melihatnya sebagai bakat langka. Kedua tafsir tersebut memperlihatkan rasa takut dan harapan orang terhadap keturunan Lara. Tidak satu pun membuktikan bahwa darah itu pasti mendatangkan bencana atau penyelamat dunia.

Buku-buku itu juga perlu dibaca sebagai tulisan orang dalam dunia cerita. Penulis Travel Between Worlds menafsirkan kisah rakyat sebagai contoh perjalanan antardunia, padahal tafsirnya tidak sama dengan peristiwa yang disaksikan pemain. Penulis buku itu menyangka Ciri telah mati, sementara The Elder Blood menyimpulkan garis darahnya terputus setelah Ciri menghilang. Keduanya keliru tentang nasib garis Ciri karena pemain tahu ia masih hidup. Kekeliruan tersebut tidak membatalkan seluruh isi buku, tetapi membatasi kepastian kesimpulan penulisnya.

Ciri adalah keturunan Lara, putri Pavetta, dan cucu Calanthe dari Cintra. Riwayat keluarga itu memberinya arti politik, sedangkan Elder Blood membuat kemampuannya dicari di luar urusan takhta. Di Kaer Morhen, bakat sihirnya dikenali sebagai bakat seorang Source, lalu Yennefer melatihnya. Latihan witcher, bakat Source, Elder Blood, dan hak waris kerajaan hadir dalam hidup Ciri, tetapi bukan nama berbeda untuk satu kemampuan yang sama.

Bagaimana Garis Lara Sampai kepada Ciri?

Garis yang diwarisi Ciri berawal dari hubungan Lara Dorren dengan Cregennan of Lod, seorang penyihir manusia. Kisah mereka mempertemukan sejarah elf dan manusia, sekaligus melahirkan keturunan yang kelak diburu kedua pihak. Buku Lara Dorren and Cregennan of Lod dalam game menyajikan versi yang saling bertentangan tentang akhir hidup Lara. Tiap tradisi menyalahkan pihak lain, dan penulis buku itu tidak menetapkan mana yang benar.

Dalam Baptism of Fire, Francesca Findabair dan para penyihir Lodge menyusun model pewarisan yang lebih rinci. Mereka membedakan gen Lara, gen laten, dan aktivator atau gen semu. Dari Riannon, dua komponen terakhir mereka telusuri melalui garis Amavet dan Fiona hingga bertemu kembali pada Adalia dan Dagorad. Menurut model itu, Elder Blood kembali menonjol pada anak mereka, Calanthe, kemudian diwariskan kepada Pavetta dan Ciri. Para penyihir sendiri mengakui kemungkinan adanya cabang keluarga yang luput dari catatan, sehingga model mereka bukan rumus yang menjamin kemampuan seragam pada setiap keturunan Lara.

Bagan di laboratorium Avallac'h dalam game juga menelusuri garis Lara sampai kepada Ciri. Cabang manusia yang dahulu dianggap masalah dalam kisah Lara justru menjadi bagian dari silsilah orang yang mereka cari. Di tangan pihak yang berkepentingan, silsilah dapat mengubah seseorang menjadi calon pewaris, bahan penelitian, atau ancaman.

Game pertama pun mengingatkan bahwa Source dan Elder Blood tidak selalu berarti hal yang sama. Buku Elder Blood yang dinisbatkan kepada Vilgefortz dalam The Witcher menyatakan bahwa tidak semua Source mendapat bakat sihirnya dari gen Lara. Pernyataan dalam buku itu bukan hukum yang dapat diuji untuk setiap tokoh, tetapi mencegah kesimpulan keliru bahwa siapa pun yang berbakat sihir pasti mewarisi Elder Blood.

Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, ingatan Geralt menghubungkan Ciri dengan perpindahan dirinya dan Yennefer ke sebuah pulau, kemudian dengan Wild Hunt yang membawa Yennefer pergi. Ingatan itu memberi latar bagi perburuan dalam game ketiga. Game kedua tidak merumuskan pewarisan Lara, tetapi menunjukkan bahwa kemampuan Ciri dan ancaman Hunt sudah lama membentuk sejarah keluarga Geralt.

Kemampuan Ciri dan Batasnya

Warisan Ciri tampak paling jelas ketika ia melintasi tempat dan dunia yang tidak terjangkau lewat perjalanan biasa. Travel Between Worlds juga menyebut perpindahan waktu, tetapi contoh-contoh dari cerita rakyat yang diajukan penulis buku itu tetap merupakan tafsirnya. Kisah Ciri sendiri memberi dasar yang lebih kuat untuk kemampuan menyeberangi dunia. Kekuatan tersebut membantunya menghindari pengejar, tetapi tidak membuatnya bebas dari perburuan.

Kendali atas kemampuan itu tidak selalu mudah. Penulis Travel Between Worlds berpendapat bahwa bahaya atau ledakan emosi dapat memicu bakat yang belum terlatih, meski pendapatnya tidak berlaku otomatis untuk setiap keturunan Lara. Setelah kematian Vesemir di Kaer Morhen, amarah dan duka Ciri disertai gelombang kekuatan yang memukul mundur Wild Hunt sebelum Avallac'h membantu meredakannya. Adegan itu memperlihatkan kekuatan Ciri, sekaligus jarak antara memiliki kekuatan dan dapat menguasainya.

Ciri berteriak dan melepaskan gelombang kekuatan setelah kematian Vesemir di Kaer Morhen.
Setelah kematian Vesemir di Kaer Morhen, kekuatan Ciri meledak dan memukul mundur Wild Hunt.

Tidak semua pengalaman magis Ciri perlu dimasukkan ke dalam satu kotak bernama Elder Blood. Dalam Time of Contempt, ia menarik kekuatan dari api di gurun Korath untuk menyembuhkan Ihuarraquax, lalu mengalami penglihatan mengerikan dan menolak penggunaan Power itu. Namun dalam The Lady of the Lake, kemampuannya melintasi ruang dan waktu tetap berkembang. Penolakan terhadap cara memakai sihir yang ia alami di Korath tidak sama dengan hilangnya kemampuan menyeberangi dunia.

Mengapa Wild Hunt Masih Memburu Ciri?

Caranthir mampu memandu Wild Hunt melalui lintasan antardunia. Ia tokoh dalam kontinuitas game, bukan tokoh novel Sapkowski. Materi pengembangan karakter CD Projekt Red menjelaskan bahwa Avallac'h berusaha menghasilkan navigator berbakat melalui seleksi pasangan elf yang mampu memanipulasi ruang dan waktu. Catatan Avallac'h dalam game juga menyebut Caranthir sebagai navigator yang pernah dilatihnya. Latar itu menjelaskan mengapa Hunt bisa menyeberang tanpa Ciri, sekaligus mengapa keberadaan Caranthir tidak menjawab seluruh kebutuhan Eredin.

Diagram dua kolom menampilkan Caranthir sebagai navigator Wild Hunt dan Ciri sebagai pembawa Elder Blood.
Diagram membedakan perjalanan Wild Hunt dengan gerbang invasi yang Eredin harapkan dari kekuatan Ciri.

Menurut jurnal Eredin dalam game, ancaman kehancuran membayangi dunia asal Aen Elle. Eredin hendak merebut dunia Geralt, dan kekuatan Ciri disebut sebagai kunci untuk membuka gerbang bagi invasi berskala penuh. Caranthir sudah dapat memandu rombongan Hunt antardunia, sedangkan Eredin menginginkan jalan bagi serangan yang jauh lebih besar. Dengan begitu, keberadaan Caranthir tidak melemahkan alasan perburuan Ciri. Justru di situlah terlihat perbedaan skala kedua kemampuan tersebut.

Novel The Lady of the Lake memberi latar bagi perbedaan skala ini. Avallac'h mengatakan bahwa Aen Elle dahulu dapat membuka Ard Gaeth, gerbang permanen yang memungkinkan banyak orang melintas, tetapi tidak lagi mampu menggunakannya seperti sebelum Conjunction. Mereka ingin memperoleh kembali akses tersebut. Jurnal Eredin dalam game menyebut gerbang untuk invasi, tetapi tidak menamai gerbang itu Ard Gaeth. Kedua sumber dapat dibandingkan tanpa menganggapnya satu penjelasan teknis yang persis sama.

Avallac'h dan Penelitian Garis Lara

Avallac'h melindungi dan membimbing Ciri ketika ia dikejar Wild Hunt, tetapi ia juga meneliti Elder Blood. Dalam Child of the Elder Blood, Geralt, Yennefer, dan Ciri menemukan bagan silsilah Lara di laboratoriumnya. Catatan penelitian di sana menunjukkan percobaan untuk memperoleh kembali susunan darah yang diinginkan tanpa cabang manusia, dan percobaan itu gagal. Bantuan kepada Ciri dan keinginan mengatur garis darahnya hadir pada orang yang sama.

Geralt, Ciri, dan Yennefer menghadap bagan silsilah besar di dinding laboratorium Avallac'h.
Bagan silsilah Lara memenuhi dinding laboratorium Avallac'h. Catatan penelitian di ruangan itu menjelaskan mengapa garis Ciri ditelusuri.

Buku Lara Dorren and Cregennan of Lod dalam game menyebut Lara pernah dijanjikan kepada Avallac'h sebelum memilih Cregennan. Maka perhatiannya terhadap keturunan Lara terkait dengan penelitian, politik Aen Elle, dan riwayat pribadi. Bagan di laboratorium menempatkan Ciri sekaligus sebagai orang yang ia lindungi dan garis keturunan yang ia petakan. Riwayat Lara tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa semua tindakan Avallac'h didorong cinta atau dendam.

Di laboratorium itu, seorang perempuan elf menghina Ciri dan mengaku Avallac'h pernah membicarakannya dengan nada merendahkan. Itu adalah kesaksiannya, bukan pengakuan langsung Avallac'h. Kemarahan Ciri setelah mendengarnya tetap nyata, tetapi ucapan perempuan tersebut lebih aman dibaca bersama tindakan dan catatan Avallac'h daripada diterima sebagai kepastian tentang isi pikirannya.

Dalam The Lady of the Lake, Ciri tertahan di dunia Aen Elle dan ditekan agar mengandung anak raja mereka, Auberon. Mereka berharap anak itu mengembalikan Elder Blood ke garis Aen Elle dan membuka jalan menuju gerbang antardunia. Latar ini menjelaskan bobot catatan Remarks Concerning the Death of Auberon dalam game. Avallac'h menulis bahwa kematian Auberon menggagalkan peluang memperbarui garis darah itu. Ia pun mengakui pernah menekan Ciri di Tir ná Lia sehingga kepercayaan Ciri kepadanya rusak. Catatan tersebut tetap versi Avallac'h atas peristiwa itu, bukan bukti bahwa Ciri menyetujui rencananya tanpa tekanan.

Pertanyaannya bukan sekadar apakah Avallac'h penolong yang tulus. Pengetahuannya tentang Lara membantu Ciri menghadapi Hunt, tetapi penelitian dan catatannya memperlihatkan keinginan mengatur keturunannya. Keduanya tidak membuktikan bahwa semua bantuan Avallac'h palsu. Keduanya memperlihatkan bahwa bantuan tersebut tidak menghapus kepentingannya sendiri.

Kepentingan Emhyr, Ramalan, dan White Frost

Emhyr var Emreis adalah ayah Ciri sekaligus kaisar Nilfgaard. Dalam The Witcher 3, ia ingin menemukan putrinya dan melihat kemungkinan perannya dalam masa depan dinasti. Novel The Lady of the Lake mengungkap rencana lamanya yang jauh lebih gelap. Karena tafsir ramalan tentang keturunan Ciri, ia pernah berniat menjadikan putrinya permaisuri dan mempunyai anak dengannya. Setelah berhadapan dengan Ciri, Geralt, dan Yennefer, Emhyr membatalkan rencana itu. Rencana novel yang sudah ia tinggalkan tidak boleh diubah menjadi motif yang sedang ia jalankan dalam game, tetapi tetap memperlihatkan sejauh apa Ciri pernah diperlakukan sebagai jalan menuju masa depan yang diinginkan orang lain.

Ramalan Ithlinne menghubungkan White Frost dan kelahiran kembali dunia dengan Hen Ichaer. Dalam novel, tafsir atas ramalan itu turut menggerakkan Aen Elle dan Emhyr. Lodge pun ingin mengarahkan keturunan Ciri untuk tujuan politik, sementara Vilgefortz hendak mengeksploitasi kekuatan yang dikaitkan dengan darahnya. Tujuan mereka tidak sama, tetapi mereka sama-sama menyusun rencana atas tubuh dan masa depan Ciri. Keyakinan pada ramalan menjelaskan dorongan mereka, bukan memberi mereka hak untuk memutuskan hidupnya.

White Frost dalam novel dan game berbeda dalam sifat ancaman serta peran yang diharapkan dari Elder Blood. Dalam The Lady of the Lake, Nimue menjelaskan zaman es yang akan datang melalui perubahan orbit dan kemiringan sumbu planet. Menurut Avallac'h, pembekuan itu tidak dapat dihentikan oleh sihir Ciri. Dalam penjelasannya, Ard Gaeth memberi kemungkinan jalan keluar bagi penduduk dunia yang terancam, bukan cara untuk menghentikan zaman es.

The Witcher 3 menggambarkan White Frost sebagai ancaman bagi banyak dunia. Jurnal Ciri dalam game menyatakan bahwa hanya dia yang memiliki kekuatan untuk menghentikannya. Pada klimaks, Ciri memilih masuk untuk menghadapinya. Perbedaan dengan novel itu penting untuk memahami mengapa kekuatan lintas dunia Ciri diberi peran berbeda dalam game. Beberapa akhir game tetap membuka arah hidup yang berbeda baginya sesudah keputusan tersebut.

Ciri berjalan menuju cahaya di ambang menara Tor Gvalch'ca.
Ciri memilih memasuki menara untuk menghadapi White Frost. Gambar ini tidak menetapkan bagaimana kisahnya berakhir.

Caranthir menjawab mengapa Wild Hunt sudah bisa tiba di dunia Geralt. Jurnal Eredin menjawab mengapa ia masih mengejar Ciri untuk membuka jalan bagi invasi. Silsilah Lara menjelaskan asal warisan yang dicari, sedangkan penelitian Avallac'h dan rencana lama Emhyr memperlihatkan bagaimana pengetahuan tentang darah Ciri bisa berubah menjadi tuntutan atas hidupnya. Kemampuan itu diwarisi Ciri, tetapi keputusan tentang penggunaannya tetap miliknya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama