Langsung ke konten

Botchling dan Lubberkin di The Witcher 3: Kematian, Nama, dan Roh Penjaga

Botchling dalam The Witcher 3: Wild Hunt berkaitan dengan kematian bayi yang tidak dimakamkan sebagaimana mestinya. Namun, kisahnya tidak berhenti pada asal-usul yang mengerikan. Kutukannya dapat diangkat sehingga ia menjadi lubberkin, roh penjaga rumah. Dua wujud itu menghubungkan ancaman monster dengan cara sebuah keluarga mengakui anak yang meninggal. Perubahan tersebut nyata dalam dunia game, tetapi tidak menghidupkan anak itu kembali atau menyelesaikan persoalan keluarganya.

Kasus keluarga Phillip Strenger, yang dikenal sebagai Bloody Baron, memperlihatkan bagaimana hubungan itu bekerja. Anak yang dikandung Anna meninggal dalam keguguran di tengah kekerasan rumah tangga dan perjanjian Anna dengan Crones. Phillip menguburkan tubuhnya tanpa upacara yang semestinya dan tanpa memberinya nama. Ketika anak itu muncul sebagai botchling, pengetahuan tentang cara membunuh monster hanya menjawab sebagian dari persoalannya.

Botchling sebagai Makhluk Terkutuk

Bestiary menggolongkan botchling sebagai Cursed One. Menurut catatan tersebut, ia berasal dari bayi yang meninggal, tidak diinginkan, lalu disingkirkan tanpa pemakaman yang layak. Tubuhnya menyerupai bayi yang berubah bentuk, tetapi ancamannya jauh melampaui penampilan. Pada malam hari, botchling disebut mendekati perempuan hamil, menguras kekuatannya selama beberapa malam, kemudian mengisap darahnya saat ia tidak mampu melawan.

Botchling berwajah menyerupai bayi muncul di antara rerumputan pada malam hari.
Wujud botchling Dea sebelum ritual pengangkatan kutukannya.

Bestiary juga menggambarkan wujud botchling yang lebih besar dan lebih ganas ketika ia terancam dan telah meminum banyak darah. Buku seni resmi The Art of The Witcher 3: Wild Hunt menambahkan gerak kaki yang goyah, tali pusar yang membelit tubuh, dan dua deret gigi. Buku itu mengaitkan ciri gigi tersebut dengan striga, sekaligus menyebut bahwa kutukan kedua makhluk dapat diangkat. Perbandingan ini tidak berarti asal kutukan atau cara mengangkatnya sama.

Saat bertarung, botchling dapat menumbuhkan duri yang membahayakan penyerang sekaligus memulihkan diri dengan cepat. Sign Axii membuat durinya masuk kembali dan menghentikan pemulihan itu untuk sementara, sedangkan Cursed Oil efektif sesuai penggolongannya sebagai Cursed One. Axii juga dipakai untuk menenangkan botchling saat Phillip membawanya pulang, tetapi dalam situasi itu tujuannya adalah menjaga agar upaya mengangkat kutukan dapat diteruskan.

Gambaran umum Bestiary tidak boleh dipindahkan begitu saja kepada Dea, anak Phillip dan Anna. Tidak ada dasar untuk menyatakan bahwa ia pernah menyerang perempuan hamil atau meminum darah seseorang. Riwayat Anna memang kelak mengungkap bahwa ia tidak ingin melahirkan anak lagi dari Phillip, tetapi keputusan tentang kehamilan dalam hubungan yang penuh kekerasan tidak menjelaskan seluruh perasaannya terhadap anak itu.

Di akhir entri, Bestiary membuka kemungkinan lain selain membunuhnya. Kutukan botchling dapat diangkat sehingga ia menjadi lubberkin, roh penjaga rumah yang mengawasi keluarga yang tidak sempat dikenalnya. Botchling dan lubberkin karena itu bukan dua makhluk yang kebetulan mirip. Keduanya adalah dua keadaan yang mungkin dialami sosok yang sama, dengan sifat dan hubungan terhadap keluarga yang berbeda.

Poroniec dan Kłobuk sebagai Inspirasi

Dalam bahasa Polandia, botchling disebut poroniec, sedangkan lubberkin disebut kłobuk. Paweł Sasko, perancang quest Family Matters, mengatakan bahwa ia menemukan gambaran poroniec dalam sebuah buku tentang makhluk folklor Slavia. Sosok yang menurutnya menyerupai perpaduan kelelawar dan bayi itu menjadi titik awal rancangan botchling. Nama Polandianya juga berkaitan dengan kata untuk keguguran, hubungan yang tidak langsung terasa dalam istilah Inggris botchling.

Kajian Kamil dan Olaf Stachowski menggambarkan kłobuk dalam catatan folklor Warmia dan Masuria sebagai roh rumah yang kerap mendatangkan kekayaan bagi pemiliknya dengan mencuri milik tetangga. Ia dapat pula membalas perlakuan yang dianggap buruk. Kajian itu juga mencatat satu kepercayaan tentang anak yang meninggal sebelum lahir lalu dikuburkan di bawah ambang rumah dan menjadi roh yang terikat kepada penghuninya. Jadi, hubungan dengan rumah memang memiliki dasar folklor, tetapi kłobuk dalam tradisi yang dicatat para peneliti tidak sesederhana penjaga keluarga yang selalu baik.

Catatan folklor tersebut berasal dari tempat dan masa yang berbeda, bukan satu aturan yang berlaku untuk seluruh masyarakat Slavia. Marcin Blacha, penulis cerita di CD PROJEKT RED, juga menjelaskan bahwa timnya mengolah motif folklor melalui sumber budaya yang telah berubah sepanjang waktu. Karena itu, botchling dan lubberkin dalam game perlu dibaca sebagai tafsir kreatif atas motif lama. Rincian ritual yang dijalankan Phillip tetap harus diperiksa melalui apa yang ditunjukkan The Witcher 3.

Kehamilan Anna dan Perjanjian dengan Crones

Peristiwa yang baru terungkap dalam kelanjutan kisah keluarga Strenger mengubah cara kita memahami asal Dea. Anna hidup bersama suami yang melakukan kekerasan terhadapnya. Ia tidak ingin melahirkan anak lagi dari Phillip, lalu membuat perjanjian dengan Crones, tiga sosok yang berkuasa di Crookback Bog. Sebagai balasan atas keinginannya mengakhiri kehamilan itu, ia terikat pada mereka.

Menurut jurnal karakter Anna, Crones mengutuk janin dalam kandungannya hingga perlahan kehilangan kehidupan, sambil menguras tenaga Anna. Anna mencari pertolongan Pellar dan menerima jimat yang menahan pengaruh sihir itu. Dalam pertengkarannya dengan Phillip, jimat tersebut hilang. Sesudah keguguran dan pelariannya bersama Tamara, tanda perjanjiannya menyala dan seekor fiend membawanya ke Crookback Bog untuk menjalani ikatan dengan Crones.

Ada dua kutukan yang perlu dibedakan dalam kisah Dea. Sihir Crones menyerang janin ketika Anna masih mengandung. Kutukan botchling berkaitan dengan keadaan anak itu setelah meninggal dan dikuburkan tanpa pemakaman yang semestinya. Game tidak menyatakan bahwa sihir Crones secara langsung mengubah janin menjadi botchling.

Jurnal mengungkap serangan Crones terhadap janin, tetapi juga mencatat keyakinan Phillip bahwa tindakannya menyebabkan keguguran. Geralt meragukan penjelasan tunggal itu karena jimat Anna mengisyaratkan adanya sihir. Urutan kejadian ini tidak menetapkan satu penyebab pasti kematian Dea. Perjanjian Anna pun tidak menghapus kekerasan Phillip terhadapnya.

Nama yang Harus Diucapkan Phillip

Ikatan darah Dea dengan Anna menjelaskan mengapa anak itu dapat membantu pencarian keluarganya. Geralt bisa mengangkat kutukan agar lubberkin menuntunnya menuju jejak Anna dan Tamara, atau membunuh botchling dan membawa darahnya kepada Pellar untuk ritual penerawangan. Dua cara itu memanfaatkan hubungan darah yang sama, tetapi kasus Dea tidak membuktikan bahwa setiap lubberkin selalu mengetahui lokasi seluruh kerabatnya.

Ketika membicarakan kemungkinan mengangkat kutukan, Geralt mengatakan ia pernah mendengar tentang seorang witcher yang berhasil melakukannya pada botchling. Ia belum pernah mencobanya sendiri dan tidak menyebut nama witcher tersebut. Bestiary memang memuat komentar Lambert tentang rupa botchling, tetapi tidak mengidentifikasinya sebagai witcher yang dimaksud Geralt. Cara mengangkat kutukan itu dikenal, sementara keberhasilannya dalam kasus Dea belum terjamin.

Geralt mengetahui bahwa botchling perlu dikuburkan di bawah ambang rumah. Pellar menambahkan syarat penamaan melalui Aymm Rhoin, yang dikenali Geralt sebagai adat elf. Dalam kisah keluarga Strenger, ritual itu menuntut Phillip sendiri memberi nama dan mengakui anak tersebut sebagai putrinya. Geralt memandu kata-katanya, tetapi tidak dapat menggantikan pengakuan sang ayah.

Sebelum pengakuan tersebut, Phillip juga harus membawa botchling kembali ke rumah. Geralt menghadapi wraith yang muncul dalam perjalanan dan menenangkan botchling dengan Sign Axii saat makhluk itu mulai meronta. Jika keadaan tidak dapat dikendalikan, upaya mengangkat kutukan dapat berakhir dengan kematian botchling. Geralt melindungi jalannya upacara, sedangkan Phillip harus terus memegang anaknya sampai mereka tiba.

Phillip Strenger menggendong botchling di Crow's Perch pada malam hari.
Untuk mencoba mengangkat kutukan, Phillip harus membawa anaknya sendiri kembali ke rumah.

Dalam kata-kata yang dipandu Geralt, Phillip memohon pengampunan kepada anak yang telah datang ke dunia tetapi tidak pernah ia peluk. Ia lalu memberinya nama Dea dan mengakuinya sebagai putrinya. Ucapan itu memberi dasar yang konkret bagi makna ritual. Anak yang semula dikubur tanpa nama kini diakui sebagai anggota keluarga. Pengakuan tersebut tidak berarti sebuah nama saja dapat mengangkat semua kutukan.

Etnolog Urszula Lehr mencatat kepercayaan di Podhale, Polandia, tentang jiwa anak yang meninggal sebelum dibaptis. Dalam cerita yang ia teliti, pengucapan kata-kata pembaptisan dan pemberian nama dapat membebaskan jiwa yang belum tenang. Motif penamaan itu berdekatan dengan kisah Dea, tetapi Aymm Rhoin dalam game disebut sebagai adat elf. Penelitian Lehr tidak menyatakan bahwa ritual elf tersebut berasal dari Podhale atau bahwa penamaan di sana mengubah anak menjadi lubberkin.

Mengapa Dikuburkan di Ambang Rumah?

Setelah penamaan, tubuh Dea dikuburkan di bawah ambang rumah keluarga. Lokasi ini merupakan bagian dari cara yang dijelaskan Geralt untuk mengubah botchling menjadi lubberkin. Dalam catatan folklor yang diteliti Stachowski bersaudara, penguburan di bawah ambang dapat mengikat roh anak pada rumah dan penghuninya. Dalam kisah Dea, tempat penguburan itu memberi peran baru kepada anak yang sebelumnya tidak diakui melalui pemakaman yang layak.

Ada pembacaan simbolis yang lahir dari susunan adegan itu. Ambang menandai peralihan antara anak yang dikubur tanpa pengakuan dan anak yang kini diakui sebagai bagian keluarga. Namun, ini tafsir atas kisah Dea, bukan bukti bahwa setiap penguburan serupa di dunia The Witcher selalu menghasilkan lubberkin. Ritual di Crow's Perch berhasil setelah perjalanan pulang, penamaan, dan penguburan dilakukan bersama.

Perubahan itu tidak terjadi tepat ketika Phillip mengucapkan nama Dea. Geralt menunggu sehari semalam sebelum memanggilnya dari tempat penguburan. Sosok yang muncul adalah roh bercahaya dengan bentuk yang masih mengingatkan pada botchling. Dea tidak hidup kembali sebagai bayi. Sebutan lubberkin menandai keadaan barunya setelah kutukan diangkat, bukan pembatalan atas kematiannya.

Lubberkin Dea tampak sebagai roh kecil bercahaya di depan latar gelap.
Sesudah penamaan dan penguburan, Dea muncul sebagai lubberkin dalam wujud roh.

Roh Penjaga dan Batas Kekuatannya

Menurut Geralt dan Bestiary, lubberkin adalah roh penjaga rumah. Ketika Dea dipanggil, ia menuntun Geralt ke rumah pengasapan tempat terdapat gelang, pakaian, dan jejak kuda yang berkaitan dengan pelarian Anna dan Tamara. Ia kemudian membawa Geralt ke bangkai kuda yang diserang makhluk besar, lalu menuju rumah Voytek, nelayan yang membantu kedua perempuan itu. Geralt tetap harus memeriksa jejak tersebut dan meminta keterangan Voytek. Dea menuntun pencarian, bukan langsung mengungkap seluruh nasib keluarganya.

Game tidak memperlihatkan apakah atau bagaimana Dea menjaga rumah dalam jangka panjang. Sebutan roh penjaga berasal dari penjelasan tokoh dan Bestiary, sedangkan tindakan yang tampak langsung adalah menuntun pencarian. Sifat kłobuk dalam folklor juga tidak otomatis menjadi kemampuan Dea di dunia game.

Jika Botchling Dibunuh

Jalur pengangkatan kutukan bukan satu-satunya cara melanjutkan pencarian keluarga Baron. Jika Geralt memilih membunuh botchling, ia mengambil darahnya dan kembali kepada Pellar. Jalur yang sama harus ditempuh jika ia semula mencoba menenangkan botchling yang digendong Phillip, tetapi gagal sehingga makhluk itu berubah ganas dan harus dibunuh. Dalam kedua keadaan itu, anak tersebut tidak sempat diberi nama Dea.

Di Wolven Glade, Pellar memakai darah botchling dalam ritual penerawangan yang dilindungi tiga api. Ketika gagak memadamkan api dan wraith menyerang, Geralt harus menjaga ritual itu sampai Pellar memperoleh petunjuk menuju Voytek. Jalur ini menunjukkan bahwa petunjuk tentang Anna dan Tamara juga bisa diperoleh tanpa lubberkin.

Kedua jalan akhirnya mengarahkan penyelidikan kepada nelayan yang sama, tetapi berbeda bagi anak itu dan Phillip. Membunuh botchling menghentikan ancaman dan menyediakan darah untuk ritual Pellar. Mengangkat kutukannya menuntut Phillip membawa, menamai, serta menguburkan anaknya, lalu menghadirkan roh yang membantu pencarian. Pilihan ini menentukan apakah botchling dibunuh tanpa sempat diberi nama atau menjadi lubberkin bernama Dea, bukan secara langsung akhir nasib Anna dan Phillip. Perkembangan keluarga itu masih bergantung pada peristiwa dalam Ladies of the Wood, The Whispering Hillock, dan Return to Crookback Bog.

Keberhasilan ritual juga tidak menghapus kekerasan Phillip terhadap Anna. Anna dan Tamara tidak hadir untuk memberi maaf, dan tidak ada pengakuan dari mereka yang dapat diwakili Geralt. Phillip melakukan sesuatu yang semestinya ia lakukan bagi Dea. Pertanggungjawabannya kepada anggota keluarga yang masih hidup tetap merupakan perkara lain.

Mengapa Kreator Memilih Kisah Ini?

Sasko menjelaskan bahwa kisah Baron dikembangkan dari rancangan cerita Marcin Blacha. Dalam penuturannya tentang pengembangan quest, Sasko mengingat rancangan awalnya ditolak dan ia diberi dua hari untuk mencari gagasan baru. Ia menemukan poroniec ketika membaca cerita rakyat Slavia, lalu memasukkannya ke rancangan Family Matters yang masih direvisi berkali-kali. Sasko juga mengatakan bahwa motif botchling dan lubberkin dipakai untuk memperkaya kisah kekerasan dalam rumah tangga. Keterangan tentang proses kreatif ini tidak menetapkan aturan baru tentang kutukan di dunia game.

Dalam tanya jawab tentang perancangan quest, Sasko menyebut tindakan mengawal Baron, menghadapi wraith, dan menggunakan Axii sebagai bagian dari penceritaan. Phillip harus membawa sendiri botchling hingga ke rumah sebelum menamainya. Membaca perjalanan itu sebagai bagian dari pengakuan seorang ayah merupakan tafsir atas adegan, bukan pernyataan langsung Sasko.

Botchling memberi persoalan keluarga Strenger wujud yang harus dihadapi dalam game. Ritual dapat mengubah nasib anak tersebut, tetapi tidak memberi Phillip jalan pintas menuju pengampunan dari Anna dan Tamara.

Apa yang Sebenarnya Berubah?

Kasus Dea memperlihatkan bahwa asal sebuah monster dapat menentukan cara menanganinya. Botchling tetap berbahaya, tetapi kutukannya dapat diangkat melalui keterlibatan Phillip, penamaan, dan penguburan di ambang rumah. Kemungkinan ini juga dikenal pada makhluk terkutuk lain seperti striga, meskipun caranya berbeda. Hasil ritual Dea tidak dapat diringkas menjadi rumus untuk setiap kematian anak atau setiap roh rumah dalam folklor.

Ritual itu memberi Dea nama dan tempat di rumah yang semula menyingkirkannya. Ia tetap telah meninggal, dan nasib Anna maupun Tamara berada di luar jangkauan ritual. Perubahan botchling menjadi lubberkin tetap bermakna tanpa dianggap mampu menyembuhkan keluarga Strenger.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama